Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bahaya Tersembunyi Nanoplastik! Bisa Picu Stroke, Gangguan Sperma, hingga Janin

Rahmat Sudrajat • Selasa, 14 April 2026 | 09:23 WIB
Peneliti saat mengamati hasil scanning mikroskop elektron pada jaringan sperma manusia yang menunjukkan adanya nanoplastik dengan ukuran 400 nanometer. (ISTIMEWA)
Peneliti saat mengamati hasil scanning mikroskop elektron pada jaringan sperma manusia yang menunjukkan adanya nanoplastik dengan ukuran 400 nanometer. (ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA- Temuan mengejutkan mengenai keberadaan partikel nano dan mikroplastik (NMPs) yang telah masuk ke dalam sistem peredaran darah manusia ternyata memiliki bahaya yang luar biasa. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) dengan melibatkan 30 subjek perempuan di wilayah Blitar, Pacitan, Magetan, Lamongan, dan Malang ini menemukan rata-rata terdapat 9 partikel mikroplastik per 1 ml darah.

Manager Science, Art and Communication ECOTON, Prigi Arisandi, menjelaskan bahwa temuan ini mematahkan keraguan sebelumnya mengenai kemampuan plastik menembus sistem biologis tubuh. 

Baca Juga: Sungai Kian Tercemar, Mikroplastik Fiber dari Cucian Pakaian Bisa Masuk ke Rantai Makanan

Pasalnya, partikel yang ditemukan memiliki ukuran sangat kecil, jauh di bawah ukuran sel darah merah.

“Definisi mikroplastik adalah pecahan plastik dengan ukuran di bawah 5 mm hingga 1 µm atau 1 per 1000 milimeter. Jika ukurannya di bawah 5 µm, plastik ini bisa masuk ke dalam eritrosit (sel darah merah),” jelas Prigi, Senin (13/4).

Untuk memastikan temuan tersebut, tim ECOTON berkolaborasi dengan Scientific Imaging Centre (SIC) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggunakan alat Scanning Electron Microscope (SEM) yang memiliki ketelitian hingga 10 nanometer.

Baca Juga: Buron Delapan Bulan, Joki Curanmor di Putat Gede Surabaya Akhirnya Ditangkap

Kepala Laboratorium Mikroplastik ECOTON, Rafika Aprilianti, memaparkan hasil analisis yang menunjukkan partikel plastik telah mencapai tahap nano.

“Dengan menggunakan SEM kami menemukan nanoplastik dalam darah dan sperma dengan ukuran 200-800 nanometer. Bentuknya berupa serat (fiber) dan pecahan (fragmen),” ungkapnya.

Ukuran partikel yang berkisar antara 0,40 hingga 10 mikron ini jauh lebih kecil dibandingkan diameter pembuluh kapiler manusia (5-10 mikron).

Baca Juga: Viral! Belasan Mahasiswa FH UI Diduga Lecehkan Perempuan lewat Grup WA

Artinya, partikel ini dapat mengalir bebas, menembus jaringan terdalam tubuh, dan berinteraksi langsung dengan sel-sel vital.

Dari hasil identifikasi, jenis polimer yang paling mendominasi adalah Polyester 28 persen, disusul Polyisobutylene 24 persen Polyethylene 32 persen, dan PET 16 persen.

Dominasi polyester ini menjadi sorotan tajam karena merupakan bahan baku utama industri pakaian dan tekstil.

"Fakta bahwa polimer tekstil menjadi penyumbang terbesar dalam darah subjek penelitian kami menunjukkan bahwa apa yang kita kenakan setiap hari berpotensi menjadi racun yang mengalir di dalam nadi," tegasnya.

Baca Juga: “Bed Rotting” Jadi Tren Self-Care Gen Z, Perlu Diwaspadai Dampaknya

Keberadaan benda ini memicu reaksi biologis berbahaya. Partikel plastik dapat menyebabkan sel darah merah pecah (hemolisis), memicu penggumpalan darah yang berisiko stroke dan penyakit jantung. 

Selain itu, sistem imun tubuh menjadi kelelahan karena terus-menerus berusaha menghancurkan plastik yang tidak bisa terurai, sehingga menurunkan daya tahan tubuh dan memicu penuaan dini.

Temuan sebelumnya pada Februari 2026 juga mengidentifikasi mikroplastik dalam sperma dan air ketuban. 

Baca Juga: Asal-usul Guling, dari Teman Tidur hingga Jadi Kebiasaan Masyarakat Indonesia

"Dalam sampel sperma ditemukan 6-7 partikel yang berisiko menurunkan kesuburan. Sementara pada 45 sampel air ketuban di Gresik, ditemukan 3-4 partikel polyethylene yang dapat mengganggu perkembangan janin, menyebabkan kekurangan nutrisi, hingga kelahiran prematur," jelasnya.

Lebih mengkhawatirkan, paparan plastik ini bisa berdampak hingga tiga generasi.

Seperti yang dikemukakan ahli kesehatan Philip J. Landrigan, bahan kimia dari plastik yang masuk ke tubuh ibu hamil dapat terekspos ke ibu, anak, hingga sel reproduksi yang ada di dalam janin, yang berarti cucu pun bisa terdampak.

Baca Juga: Resensi Buku: Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII KM

Pihaknya memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk meminimalkan risiko.

Antara lain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membawa botol minum serta tas belanja sendiri, mengurangi konsumsi pakaian berbahan sintetis/poliester, mengonsumsi makanan anti-inflamasi seperti kunyit dan makanan kaya antioksidan dan rutin berolahraga seperti Tai Chi untuk membantu metabolisme tubuh. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#nanoplastik #bahaya mikroplastik #kesehata #mikroplastik #pencemaran