Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jangan Campur Pemutih dengan Bahan-Bahan Ini! Bisa Berakibat Fatal

Nurista Purnamasari • Rabu, 8 April 2026 | 06:16 WIB
Jangan asal mencampur pemutih dengan bahan lain karena bisa berakibat fatal. (PINTEREST)
Jangan asal mencampur pemutih dengan bahan lain karena bisa berakibat fatal. (PINTEREST)

RADAR SURABAYA - Pemutih adalah cairan pembersih rumah tangga yang efektif membunuh kuman dan menghilangkan noda. Pemutih (bleach) merupakan senyawa kimia, seperti natrium hipoklorit (NaClO) atau hidrogen peroksida, yang digunakan untuk menghilangkan warna, mencerahkan, atau membersihkan noda melalui proses oksidasi atau reduksi.

Selain untuk pakaian, pemutih juga berfungsi sebagai disinfektan kuat untuk mensterilkan permukaan dari bakteri, virus, dan jamur.

Namun, mencampurkan pemutih dengan bahan kimia lain dapat menimbulkan reaksi berbahaya. 

Baca Juga: Cuka Putih Ampuh Jadi Pembersih Rumah, Ini Fakta Ilmiahnya

Campuran tersebut bisa menghasilkan gas beracun yang merusak kesehatan, bahkan berpotensi fatal. 

Oleh sebab itu, jangan sembarangan mencapur pemutih dan bahan lain, terutama untuk keperluan pembersihan. Ada beberapa bahan yang penguunaannya tidak boleh dicampur dengan pemutih.

Bahan yang Berbahaya Jika Dicampur dengan Pemutih

1. Amonia
Mencampur pemutih dengan amonia bisa membentuk gas kloramin dan bisa menyebabkan sesak napas, batuk, dan kerusakan paru-paru.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegas! Siswa SMP Nekat Bawa Motor, Sekolah Bisa Kena Sanksi

2. Cuka (asam asetat)
Jika cuka dicampur pemutih akan menghasilkan gas klorin yang bisa mengritasi mata, tenggorokan, dan saluran pernapasan.

3. Alkohol (etanol/isopropil)
Mencampur pemutih dengan alkohol akan membentuk kloroform yang menimbulkan efek pusing, mual, serta kerusakan hati dan ginjal.

4. Pembersih toilet/karbol
Pastikan jika membersihkan toilet atau kamar mandi tidak mencampur pemutih dengan karbol, karena hal ini bisa enimbulkan reaksi kimia tak terduga yang menyebabkan gas beracun dan risiko keracunan akut.

Baca Juga: Siap Tempur! Muaythai Jatim Incar Dominasi di PON Bela Diri 2026

5. Produk berbasis asam kuat (misalnya HCl)
Jika mencampur pemutih dengan produk berbasis asam kuat bisa menghasilkan gas klorin pekat yang sangat beracun, bisa fatal bila terhirup.

Kenapa Berbahaya?

Pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaOCl) yang sangat reaktif, saat bertemu dengan asam, terbentuk gas klorin yang beracun.

Jika bercampur dengan amonia, terbentuk gas kloramin yang berbahaya bagi paru-paru.

Campuran pemutih dengan alkohol bisa menghasilkan kloroform, zat berbahaya yang dapat merusak organ tubuh.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Rabu 8 April 2026: Dominan Berawan, Ada Potensi Hujan Ringan Disertai Petir

Bahaya yang Ditimbulkan

- Gangguan pernapasan: sesak napas, batuk, hingga kerusakan paru-paru.
- Iritasi mata dan kulit: perih, kemerahan, bahkan luka bakar kimia.
- Keracunan sistemik: pusing, mual, kerusakan hati, ginjal, hingga risiko kematian bila terpapar dalam jumlah besar.
- Ledakan kecil: beberapa campuran bisa menghasilkan reaksi panas yang berpotensi menimbulkan percikan atau ledakan.

Pemutih sebaiknya digunakan sendiri tanpa dicampur bahan lain. Jika ingin membersihkan rumah, gunakan produk sesuai petunjuk label dan jangan bereksperimen dengan mencampurkan cairan pembersih. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi kesehatan. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pembersih toilet #gas beracun #keracunan #Amonia #pemutih