Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Enam Penyakit yang Sering Kambuh Usai Lebaran, Jaga Pola Makan Agar Terhindar dari Gangguan Kesehatan

Nofilawati Anisa • Jumat, 20 Maret 2026 | 08:06 WIB
ILUSTRASI: Hati-hati dengan kolestrol tinggi yang biasanya terjadi saat Lebaran. (NAKEDPRESS)
ILUSTRASI: Hati-hati dengan kolestrol tinggi yang biasanya terjadi saat Lebaran. (NAKEDPRESS)

RADAR SURABAYA – Hari ini sebagian umat muslim Indonesia sudah merayakan Lebaran, sementara sebagian lainnya masih menjalankan puasa di pengujung Ramadan.

Perayaan Hari Raya Idulfitri pun identik dengan berbagai hidangan lezat yang tinggi santan, gula, dan lemak.

Baca Juga: Sembilan Kali Tak Bisa Lebaran karena Pekerjaan, Berikut Cerita Perwira Pertamina yang Tetap Siaga Jaga Energi di Tengah Laut saat Hari Kemenangan

Setelah sebulan menjalani pola makan lebih teratur saat Ramadan, perubahan drastis saat Lebaran kerap memicu kambuhnya sejumlah penyakit.

Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat tertentu.

Para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi tubuh setelah Lebaran.

Pola makan berlebihan, kurang tidur, hingga minim aktivitas fisik dapat menjadi pemicu utama gangguan kesehatan.

Baca Juga: Puluhan Burung Langka dari Papua Diamankan Petugas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Beberapa Mati

Berikut beberapa penyakit yang sering kambuh usai Lebaran:

1. Kolesterol Tinggi
Hidangan seperti rendang, opor ayam, dan makanan bersantan lainnya dapat meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.

Kondisi ini berisiko memicu gangguan jantung dan pembuluh darah.

2. Asam Lambung (Maag)
Perubahan pola makan, seperti makan dalam porsi besar sekaligus atau konsumsi makanan pedas dan berlemak, dapat memicu kambuhnya penyakit asam lambung.

Gejalanya meliputi perut perih, mual, hingga rasa terbakar di dada.

Baca Juga: PDIP Jatim Siapkan Layanan Terpadu Gratis di 38 Posko Mudik untuk Dukung Kenyamanan Pemudik

3. Asam Urat
Konsumsi daging merah dan makanan tinggi purin selama Lebaran dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.

Hal ini bisa menyebabkan nyeri pada persendian, terutama di kaki.

4. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Makanan tinggi garam dan lemak dapat memicu kenaikan tekanan darah.

Ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik, risiko hipertensi menjadi semakin tinggi setelah Lebaran.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Jumat 20 Maret 2026: Malam Peluang Hujan Disertai Petir

5. Diabetes
Konsumsi makanan manis seperti minuman bersirup dan hidangan penutup berpotensi meningkatkan kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki risiko tinggi.

6. Gangguan Pencernaan
Makan berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, sembelit, atau diare.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.

Baca Juga: Beda dengan Indonesia! Ini Daftar Negara yang Rayakan Idul Fitri 20 Maret 2026

Dengan kembali menerapkan pola hidup sehat setelah Lebaran, risiko kambuhnya penyakit dapat diminimalkan.

Mulai dari mengatur porsi makan, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, hingga memastikan waktu istirahat yang cukup menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Lebaran memang menjadi momen untuk menikmati kebersamaan dan hidangan istimewa.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gandeng Pengusaha, CCTV Jalan Protokol Bakal Menyebar Luas—Titik Rawan Siap Terpantau!

Namun, menjaga keseimbangan tetap menjadi kunci agar tubuh tetap sehat dan bugar setelah perayaan usai. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#pencernaan #asam lambung #lezat #hidangan #kolesterol #gangguan #penyakit #maag #lebaran #kesehatan #ramadan #pola makan #diabetes