RADAR SURABAYA - Saat siang hari yang terik membuat dahaga memuncak, atau saat makan makanan pedas, minum air putih dingin atau air es bisa menjadi pilihan yang menyegarkan.
Namun, air es sering menjadi bahan perdebatan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian masyarakat percaya bahwa minum air dingin bisa memicu penyakit, memperburuk kondisi tubuh, bahkan lebih berbahaya dibanding kebiasaan buruk seperti merokok.
Pandangan ini berkembang luas melalui obrolan sehari-hari maupun media sosial, sehingga banyak orang menghindari air es.
Baca Juga: Minum Air Putih Bikin Kurus, Ini Penjelasan Ilmiah dan Fakta dari Para Ahli
Namun, penelitian medis menunjukkan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah.
Sejumlah penelitian kesehatan menegaskan bahwa minum air dingin tidak berbahaya bagi sebagian besar orang. Baik air dingin maupun air suhu ruang sama-sama membantu tubuh terhidrasi.
Tidak ada bukti medis yang menyatakan bahwa air es menyebabkan serangan jantung, kanker, atau penyakit kronis lainnya.
Baca Juga: Curi Motor Pengunjung Warkop di Jalan Arjuno Surabaya, Dua Pencuri Ditangkap, Sudah Beraksi 14 Kali
Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa minum air dingin dapat sedikit meningkatkan pembakaran kalori karena tubuh bekerja menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh.
Mitos yang sering beredar antara lain air es bisa mengganggu pencernaan, memicu penyakit serius, atau lebih berbahaya daripada merokok.
Faktanya, air dingin hanya dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian kecil orang, misalnya penderita migrain atau gangguan pencernaan tertentu. Secara umum, air es tetap aman dikonsumsi.
Baca Juga: Takbir dan Nyepi Berdekatan, Wali Kota Eri Minta Perayaan Lebaran Tertib dan Saling Menghormati
Air es tidak memiliki hubungan dengan kanker maupun penyakit jantung. Klaim bahwa air hangat bisa menyembuhkan penyakit kronis juga tidak terbukti secara ilmiah.
Minum air dingin justru bisa memberikan efek segar, membantu menurunkan suhu tubuh setelah beraktivitas, dan tetap berperan penting dalam menjaga hidrasi.
Yang perlu diperhatikan adalah kondisi individu, karena setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap suhu air.
Jadi mitos seputar minum air es terbukti tidak memiliki dasar ilmiah. Air dingin tetap aman dikonsumsi dan membantu menjaga hidrasi tubuh.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang Prigen, Rusak Infrastruktur Kawasan Wisata
Bahkan, dalam beberapa kasus, air dingin dapat memberikan efek segar dan sedikit meningkatkan metabolisme.
Pesan penting yang perlu diingat adalah jangan mudah percaya pada mitos kesehatan tanpa bukti medis. Minum air es tetap aman, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan sesuai kebutuhan tubuh. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari