RADAR SURABAYA — Bau mulut saat menjalankan ibadah puasa merupakan kondisi yang cukup sering dialami banyak orang. Hal ini umumnya terjadi karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam sehingga produksi air liur menurun.
Padahal, air liur memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan rongga mulut dengan membantu membersihkan bakteri dan sisa makanan. Ketika mulut menjadi kering, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan bau tidak sedap. Selain itu, pola makan saat sahur serta kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga juga dapat memperparah kondisi tersebut.
Berikut beberapa penyebab bau mulut saat berpuasa.
1. Produksi air liur menurun
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan cairan dalam waktu cukup lama. Akibatnya, produksi air liur menurun dan mulut menjadi kering. Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah berkembang sehingga memicu bau mulut.
Baca Juga: Kanker Rongga Mulut Sering Terlambat Ditemukan, UC Surabaya Luncurkan Program Edukasi Kesehatan
2. Penumpukan bakteri pada gigi dan lidah
Sisa makanan yang tertinggal di sela gigi maupun permukaan lidah dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Bakteri tersebut menghasilkan senyawa sulfur yang menyebabkan bau tidak sedap.
3. Kebersihan gigi dan mulut kurang terjaga
Jarang menyikat gigi atau tidak membersihkan lidah dapat membuat plak dan kotoran menumpuk. Kondisi ini menjadi tempat ideal bagi bakteri penyebab bau mulut.
4. Konsumsi makanan berbau tajam saat sahur
Beberapa makanan seperti bawang, jengkol, atau petai memiliki aroma yang kuat. Jika dikonsumsi saat sahur, baunya dapat bertahan lama di rongga mulut maupun sistem pencernaan.
5. Kurangnya asupan cairan
Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi ringan. Hal ini membuat mulut semakin kering dan meningkatkan risiko munculnya bau mulut selama berpuasa.
Agar napas tetap segar selama Ramadan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi bau mulut.
Baca Juga: Rahasia Kesehatan Tubuh Dimulai dari Mulut, Tips Merawat Gigi Sehari-Hari
1. Menyikat gigi secara rutin
Sikat gigi minimal dua kali sehari, terutama setelah sahur dan sebelum tidur, untuk membersihkan sisa makanan dan bakteri.
2. Membersihkan lidah
Permukaan lidah sering menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Membersihkan lidah dengan sikat gigi atau alat khusus dapat membantu mengurangi bau mulut.
3. Menggunakan obat kumur
Berkumur dengan obat kumur antiseptik dapat membantu membunuh bakteri di rongga mulut sehingga napas terasa lebih segar.
4. Memperbanyak minum air putih
Memenuhi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur membantu menjaga kelembapan mulut dan mencegah mulut kering.
Baca Juga: Tradisi Kerik Gigi Perempuan Mentawai, Simbol Kecantikan dan Kedewasaan
5. Mengonsumsi buah dan sayur
Buah seperti apel, melon, dan mentimun mengandung banyak air dan serat yang dapat membantu menjaga kesegaran mulut secara alami.
6. Menghindari makanan beraroma kuat
Mengurangi konsumsi makanan seperti bawang mentah, petai, atau jengkol saat sahur dapat membantu mencegah bau mulut selama puasa.
Dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, memperhatikan pola makan saat sahur, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh, bau mulut saat puasa sebenarnya dapat dicegah sehingga ibadah tetap nyaman dijalankan. (sry/fir)
Editor : M Firman Syah