SURABAYA – Mengunyah permen karet kerap dianggap sekadar kebiasaan iseng atau tanda kebosanan. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas sederhana ini memiliki kaitan dengan kemampuan kognitif, pengendalian stres, hingga cara seseorang berkomunikasi.
Beberapa studi menyebutkan gerakan mengunyah yang ritmis dapat meningkatkan kewaspadaan dan perhatian. Aktivitas tersebut memberi stimulasi ringan pada otak sehingga membantu seseorang tetap fokus, terutama saat mengerjakan tugas dalam waktu lama. Bagi individu yang mudah terdistraksi, permen karet dapat berfungsi sebagai “jangkar” kecil agar tetap berkonsentrasi.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan, Ribuan Mikroplastik Ditemukan di Permen Karet Anak
Tak hanya berdampak pada konsentrasi, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan manajemen stres. Gerakan mengunyah yang berulang memiliki efek menenangkan. Saat seseorang merasa cemas atau tertekan, tubuh cenderung mencari aktivitas repetitif untuk membantu menstabilkan emosi. Dalam konteks ini, permen karet menjadi alat sederhana untuk menjaga ketenangan tanpa mengganggu aktivitas utama.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan, jeda saat mengunyah membantu seseorang mengatur respons verbal. Proses ini secara alami memperlambat ritme bicara sehingga otak memiliki waktu lebih panjang untuk memproses informasi sebelum merespons. Dampaknya, pilihan kata menjadi lebih terkontrol dan risiko ucapan impulsif dapat ditekan.
Baca Juga: Permen Jahe Legendaris Asal Pasuruan Raih Rekor MURI Sebagai yang Tertua di Indonesia
Di sisi lain, kebiasaan tersebut dinilai membantu efisiensi aktivitas. Mengunyah permen karet memungkinkan seseorang tetap melakukan gerakan kecil tanpa harus menghentikan pekerjaan utama. Kondisi ini membuat pikiran tetap aktif dan mengurangi potensi distraksi.
Temuan tersebut diperkuat penelitian yang dilakukan para ilmuwan di University of Szczecin. Mereka meninjau berbagai studi pencitraan otak selama lebih dari tiga dekade dan menemukan bahwa aktivitas mengunyah memengaruhi area otak yang berhubungan dengan kontrol emosi serta perhatian.
Baca Juga: Pemain Asing Tangerang Hawk Ditangkap Polisi, Impor Permen Mengandung Ganja, Ini Pengakuannya
Bahkan, efek positifnya terhadap fokus dan suasana hati dapat bertahan meski rasa permen sudah hilang. Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan agar kebiasaan ini dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan, terutama demi menjaga kesehatan gigi dan rahang. (sry/fir)
Editor : M Firman Syah