RADAR SURABAYA – Minat berbisnis di kalangan generasi muda terus menunjukkan peningkatan, khususnya pada Generasi Z. Generasi yang lahir pada rentang 1997–2012 ini dinilai memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi serta pemahaman terhadap tren digital, sehingga mendorong mereka untuk terjun ke dunia usaha berbasis digital.
Berbagai jenis bisnis digital kini banyak diminati Gen Z, mulai dari content creator, vlogger, podcaster, hingga YouTuber. Bidang-bidang tersebut berkembang pesat seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan platform digital dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, menjelaskan bahwa Program Studi Bisnis Digital menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berfokus pada bidang pemasaran dan kewirausahaan berbasis teknologi informasi. Pendidikan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan sektor bisnis dan industri yang terus berkembang.
“Program Studi Bisnis Digital berkomitmen menyediakan pendidikan yang berkualitas dan inovatif melalui penerapan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujarnya.
Baca Juga: Menteri Komdigi : Jawa Timur Memiliki Potensi Besar Dalam Pengembangan sumber SDM Digital
Menurut Lia, visi utama Program Studi Bisnis Digital adalah mencetak lulusan yang berkualitas dan inovatif di bidang pemasaran serta kewirausahaan yang berlandaskan teknologi informasi. Selain itu, lulusan juga diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berubah.
Sejumlah peluang usaha digital dinilai menarik dan relevan bagi Generasi Z. Salah satunya adalah usaha sebagai pembuat konten. Generasi Z yang cenderung aktif di media sosial memanfaatkan platform seperti Instagram, YouTube, dan TikTok untuk menyediakan layanan pembuatan konten. Usaha blog dan vlog pun dinilai sejalan dengan tren yang menjadi perhatian utama generasi ini.
Baca Juga: Burnout Digital Kian Marak, Psikolog Soroti Kelelahan Regulasi Diri Akibat Paparan Layar
Selain itu, peluang usaha dropshipper e-commerce juga cukup menjanjikan. Dengan menjalin kemitraan bersama pemasok, pelaku usaha dapat memasarkan produk tanpa harus menyimpan inventaris sendiri. Model bisnis ini memungkinkan generasi muda memulai usaha dengan modal yang relatif kecil.
Bidang lain yang tak kalah potensial adalah pengembangan aplikasi pendidikan dan pembelajaran digital. Metode pembelajaran daring, tutorial digital, hingga platform pembelajaran berbasis permainan dinilai memiliki peluang besar. Hal ini sejalan dengan karakter Generasi Z yang akrab dengan teknologi dan memiliki pemahaman yang baik terhadap dunia digital.
Baca Juga: Tahun 2026 Jadi Titik Penentu Transformasi Bisnis Media di Era Digital
Berbagai tren bisnis digital tersebut menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Generasi Z. Namun, dalam menyikapi peluang tersebut, diperlukan bekal pengetahuan serta bimbingan yang tepat. Generasi Z tidak hanya berfokus pada upaya mencari penghidupan, tetapi juga berkeinginan menciptakan warisan dan memberikan pengaruh positif sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut.
Tren ini mencerminkan masa depan dunia usaha yang semakin inovatif, dinamis, serta sejalan dengan perkembangan zaman. (rra/fir)
Editor : M Firman Syah