RADAR SURABAYA – Tren nongkrong di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, menunjukkan pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Minuman kopi susu gula aren kini menjadi pilihan utama, menggantikan minuman beralkohol yang sebelumnya kerap identik dengan gaya pergaulan anak muda.
Perubahan ini dinilai lebih aman, ramah di kantong, serta sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan produktif. Budaya nongkrong yang dulu lekat dengan konsumsi minuman keras kini bergeser ke aktivitas ngopi di kedai-kedai kopi.
Baca Juga: Hati-Hati! Ada Produk Kopi Ilegal Mengandung Obat Kuat Kimia
Kedai kopi pun tak lagi sekadar tempat bersantai. Ruang-ruang ini berkembang menjadi wadah diskusi, bekerja, hingga menyalurkan ide dan kreativitas. Fenomena tersebut mencerminkan perubahan pola hidup generasi muda yang semakin memperhatikan kesehatan fisik dan mental.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Agung Yansusan, menyambut positif pergeseran gaya hidup tersebut. Ia menilai tren nongkrong dengan kopi jauh lebih konstruktif dibandingkan konsumsi minuman beralkohol.
“Ini momentum yang baik. Ayo kita bergeser. Bagi yang masih minum khamar, mari kita bertaubat,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya.
Baca Juga: Astra Dukung Pemberdayaan Ekonomi Desa Petani Kopi Garut
Secara medis, minuman beralkohol mengandung etanol, zat psikoaktif yang menekan sistem saraf pusat. Konsumsinya berisiko menurunkan kesadaran, mengganggu koordinasi tubuh, serta melemahkan fungsi kognitif dan kemampuan mengambil keputusan. Dalam jangka panjang, alkohol bersifat toksik, terutama bagi organ hati, dan berisiko memicu perlemakan hati, sirosis, gangguan lambung, hipertensi, hingga gangguan kesehatan mental dan ketergantungan.
Sebaliknya, kopi mengandung kafein yang bersifat stimulan dan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, serta energi. Kandungan antioksidan seperti asam klorogenat juga berperan menangkal radikal bebas serta mendukung kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Penggunaan gula aren sebagai pemanis alami turut memberi nilai tambah. Gula aren mengandung karbohidrat sebagai sumber energi serta mineral seperti kalium, zat besi, dan magnesium. Indeks glikemiknya yang relatif lebih rendah dibandingkan gula rafinasi membuat lonjakan gula darah lebih terkendali jika dikonsumsi secara wajar.
Meski dinilai lebih aman, konsumsi kopi susu gula aren tetap perlu dibatasi. Kandungan gula dan kalori yang cukup tinggi berpotensi memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan. Asupan kafein berlebih juga dapat menyebabkan gangguan tidur, jantung berdebar, hingga masalah lambung.
Secara keseluruhan, kopi susu gula aren dipandang sebagai alternatif minuman yang lebih positif dibandingkan minuman beralkohol. Pergeseran ini menjadi cerminan meningkatnya kesadaran generasi muda, khususnya Gen Z, dalam menjaga kesehatan dan produktivitas jangka panjang. (shf/fir)
Editor : M Firman Syah