Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari FOMO ke JOMO, Kunci Mengubah Kecemasan Sosial Jadi Ketenangan Batin

Muhammad Firman Syah • Senin, 3 November 2025 | 02:09 WIB
Lepas FOMO, sambut hidup yang lebih damai.
Lepas FOMO, sambut hidup yang lebih damai.

Radar Surabaya - Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin marak dialami banyak orang, terutama generasi muda. Rasa takut tertinggal tren, kegiatan, atau pengalaman orang lain di media sosial membuat sebagian individu merasa cemas, tidak puas, bahkan kehilangan ketenangan batin.

FOMO muncul ketika seseorang terlalu terfokus pada kehidupan orang lain hingga melupakan momen yang sedang dijalani. Gejalanya dapat terlihat dari penggunaan media sosial secara berlebihan, rasa takut dikucilkan, kesulitan menolak ajakan, hingga kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain.

Jika tidak dikendalikan, FOMO berpotensi menurunkan kesehatan mental, memicu stres, mengurangi produktivitas, serta mengganggu kualitas tidur. Untuk mengatasinya, individu perlu menumbuhkan sikap Joy of Missing Out (JOMO), yaitu kemampuan menikmati ketenangan dan kebahagiaan tanpa harus selalu mengikuti arus sosial.

Langkah sederhana seperti membatasi waktu penggunaan media sosial, menekuni hobi, serta mensyukuri hal-hal kecil dalam kehidupan dapat membantu mengubah kecemasan menjadi ketenangan. Sebab, hidup bukan tentang mengejar semua hal yang ada, tetapi tentang menemukan kedamaian dalam pilihan sendiri. (wfq/fir)

Editor : M Firman Syah
#jomo #tren #ketenangan #fomo