Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari Self-Care ke Tanda Burnout, Mengenal Fenomena Bed Rotting di Kalangan Anak Muda

Muhammad Firman Syah • Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:55 WIB
Gen Z tren bed rotting, antara self care dan malas.
Gen Z tren bed rotting, antara self care dan malas.

Radar Surabaya - Fenomena bed rotting tengah menjadi tren baru di kalangan generasi muda, terutama Gen Z. Aktivitas ini merujuk pada kebiasaan menghabiskan waktu lama di tempat tidur bukan untuk tidur, melainkan untuk kegiatan pasif seperti menonton film, menjelajah media sosial, atau sekadar berdiam diri tanpa tujuan tertentu.

Tren ini muncul sebagai respons terhadap tekanan hidup modern, mulai dari tuntutan produktivitas hingga kelelahan akibat aktivitas sosial dan rutinitas harian yang padat. Dengan berbaring lama di tempat tidur, sebagian Gen Z merasa dapat mengisi ulang energi (recharge) tanpa harus banyak bergerak atau berinteraksi dengan orang lain.

Meskipun sering dianggap sebagai bentuk self-care atau perawatan diri, bed rotting menyimpan dua sisi yang kontras. Di satu sisi, kegiatan ini bisa memberikan manfaat jangka pendek, seperti menenangkan tubuh, mengurangi stres, dan memberi ruang untuk istirahat dari tekanan hidup.

Namun di sisi lain, jika dilakukan secara berlebihan lebih dari satu hingga dua hari, kebiasaan ini dapat menjadi tanda gangguan kesehatan mental dan berdampak negatif terhadap pola tidur serta kebugaran fisik.

Seorang psikolog menjelaskan bahwa penggunaan tempat tidur untuk aktivitas selain tidur dapat mengacaukan persepsi otak terhadap fungsi tempat tersebut.

“Akibatnya, otak bisa bingung, apakah waktu di tempat tidur untuk tidur atau untuk aktivitas lain? Ini bisa berdampak pada kualitas tidur dan motivasi untuk bergerak,” jelasnya.

Oleh karena itu, penting bagi seseorang yang melakukan bed rotting untuk menetapkan batasan yang jelas. Aktivitas ini sebaiknya diposisikan sebagai bentuk “istirahat ekstra”, bukan sebagai kebiasaan harian.

Jika kecenderungan berbaring di tempat tidur terus berlanjut hingga mengganggu rutinitas produktif dan interaksi sosial, disarankan untuk mencari pola istirahat lain yang lebih seimbang. (wfq/fir)

Editor : M Firman Syah
#burnout #Self care #Gen Z #bed rotting #produktivitas