Radar Surabaya – Garam penting untuk menambah rasa dan menjaga fungsi tubuh, namun konsumsi berlebihan berisiko serius. Kelebihan garam dapat memicu tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga stroke. Tubuh yang terlalu banyak mengonsumsi natrium juga menunjukkan gejala seperti perut kembung, pembengkakan tubuh, sering haus dan gangguan tidur.
Efek jangka panjang dari konsumsi garam berlebihan tidak kalah serius. Selain meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi, garam berlebih dapat menyebabkan pembesaran otot jantung, gagal jantung, penyakit ginjal, batu ginjal, osteoporosis, kanker lambung dan stroke. Mengurangi asupan garam serta memperhatikan konsumsi makanan tinggi natrium menjadi langkah penting menjaga kesehatan.
Perut Kembung
Perut terasa bengkak atau kencang merupakan efek jangka pendek akibat konsumsi garam berlebihan. Garam membuat tubuh menahan air sehingga cairan menumpuk. Makanan tidak selalu terasa asin untuk mengandung natrium tinggi; roti lapis, piza, bagel dan sup kalengan termasuk sumber garam tersembunyi.
Tekanan Darah Melonjak
Kelebihan natrium membuat ginjal kesulitan membuang cairan berlebih, sehingga tekanan darah meningkat.
Pembengkakan Tubuh
Asupan natrium tinggi dapat menyebabkan pembengkakan pada wajah, tangan, kaki dan pergelangan kaki. Perhatikan asupan garam jika pembengkakan muncul lebih dari biasanya.
Selalu Merasa Haus
Garam berlebihan menyebabkan dehidrasi karena tubuh menyerap air dari sel, memicu rasa haus. Minum air putih membantu menetralkan natrium dan menyegarkan sel tubuh.
Kenaikan Berat Badan Mendadak
Jika berat badan naik lebih dari 1 kg dalam sehari atau 2 kg dalam seminggu, hal ini bisa terkait konsumsi garam berlebihan. Periksa pola makan beberapa hari terakhir dan kurangi asupan garam.
Sering Buang Air Kecil
Konsumsi garam tinggi meningkatkan rasa haus, memicu minum lebih banyak air, sehingga frekuensi buang air kecil meningkat.
Gangguan Tidur
Konsumsi garam berlebihan sebelum tidur dapat menyebabkan tidur gelisah, sering terbangun, atau merasa kurang istirahat di pagi hari.
Merasa Lelah
Kadar garam tinggi dalam darah membuat air keluar dari sel untuk mengencerkan natrium, sehingga tubuh merasa lemah.
Perut Tidak Nyaman
Garam berlebih dapat menyebabkan dehidrasi, mual, atau diare. Minum cukup air membantu merehidrasi sel dan mengurangi ketidaknyamanan.
Selain dampak jangka pendek, konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko pembesaran otot jantung, sakit kepala, gagal jantung, hipertensi, penyakit ginjal, batu ginjal, osteoporosis, kanker lambung dan stroke. (ris/fir)
Editor : M Firman Syah