Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral Kasus Jule-Daehoon, Psikolog Ungkap Dampak Pola Asuh Buruk Terhadap Hubungan

Muhammad Firman Syah • Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Pola asuh masa kecil berpengaruh besar terhadap cara seseorang menjalin dan mengelola hubungan saat dewasa.
Pola asuh masa kecil berpengaruh besar terhadap cara seseorang menjalin dan mengelola hubungan saat dewasa.

Surabaya – Pengalaman masa kecil memiliki peran penting dalam membentuk pola hubungan saat dewasa. Hal ini diungkapkan oleh psikolog menyusul mencuatnya kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan pasangan publik figur Julia Prastini dan Na Daehoon, yang sebelumnya dikenal lewat konten keluarga lintas budaya mereka.

Kasus tersebut kembali menjadi perbincangan publik pada Senin (20/10), tidak hanya karena dugaan perselingkuhan, tetapi juga karena latar belakang masa kecil Na Daehoon yang disebut-sebut tumbuh dalam lingkungan keluarga penuh konflik.

Psikolog Nadya Pramesrani menjelaskan bahwa masa kecil atau upbringing (cara seseorang dibesarkan) dapat memengaruhi bagaimana seseorang menjalin hubungan serta menangani konflik dalam kehidupan dewasa. Pola hubungan yang disaksikan sejak kecil kerap menjadi model yang tanpa sadar ditiru.

“Pengalaman masa kecil atau upbringing, seseorang bisa terlihat dari bagaimana interaksi orangtuanya satu sama lain, bagaimana mereka menyelesaikan masalah, dan bagaimana cara mereka berkonflik,” ujar Nadya pada Selasa (21/10).

Ia menambahkan, individu yang dibesarkan dalam lingkungan penuh pertengkaran berisiko membawa pola serupa dalam relasi mereka. Namun demikian, pengaruh masa lalu tidak bersifat absolut karena individu masih memiliki kendali atas perilaku dan sikap yang mereka pilih.

“Jadi di satu sisi memang masa lalu mempengaruhi, tapi di sisi lain, kita juga punya kendali untuk memastikan bagaimana kita terpengaruhinya, untuk hal-hal yang baik dan tidak mengulang kesalahan yang sama,” lanjut Nadya.

Menurutnya, seseorang tetap dapat memperbaiki kualitas hubungan dengan belajar dari masa lalu. Kesadaran dan keinginan untuk bertumbuh menjadi kunci dalam menciptakan relasi yang lebih sehat dan konstruktif, terlepas dari pengalaman traumatis di masa kecil. (ray/fir)

Editor : M Firman Syah
#konflik #perselingkuhan #pola hubungan #pengalaman masa kecil