Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pahami Fase Kritis Demam Berdarah Dengue, Jika Terlambat Ditangani Bisa Berbahaya

Nurista Purnamasari • Selasa, 3 Juni 2025 | 12:27 WIB
Ilustrasi gejala demam berdarah dengue.
Ilustrasi gejala demam berdarah dengue.

RADAR SURABAYA - Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala, fase kritis, dan langkah-langkah yang harus diwaspadai guna mencegah komplikasi.

Gejala Demam Berdarah Dengue

Gejala DBD umumnya muncul setelah masa inkubasi 4-10 hari dan dapat berlangsung selama 2-7 hari. Berikut adalah beberapa gejala utama yang perlu dikenali:

• Demam tinggi tiba-tiba (hingga 40°C) yang tidak mereda dalam beberapa hari.
• Nyeri pada kepala, otot, sendi, dan tulang yang intens.
• Mual dan muntah, sering kali disertai kehilangan nafsu makan.
• Ruam merah pada kulit yang muncul pada beberapa pasien.
• Nyeri di belakang mata, menyebabkan ketidaknyamanan saat melihat cahaya terang.

Fase Kritis Demam Berdarah

Pada hari ke-3 hingga ke-7 setelah timbulnya demam, pasien bisa mengalami fase kritis.

Pada fase ini, suhu tubuh menurun secara tiba-tiba sehingga sering kali disalahartikan sebagai tanda pemulihan.

Padahal, ini adalah periode yang paling berbahaya. Beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam fase ini:

• Kebocoran plasma yang menyebabkan penurunan tekanan darah.
• Perdarahan internal, seperti mimisan, gusi berdarah, atau tinja berwarna hitam.
• Gangguan fungsi organ akibat kekurangan cairan dan oksigen.

Jika tidak ditangani segera, fase kritis bisa berkembang menjadi dengue shock syndrome (DSS) atau dengue hemorrhagic fever (DHF) yang dapat berakibat fatal.

Jika demam berdarah terlambat ditangani, risiko yang dihadapi bisa sangat serius, bahkan berakibat fatal. Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi:

• Penurunan Trombosit yang Berbahaya
Jika jumlah trombosit turun di bawah normal (150.000 per mikroliter darah), tubuh kesulitan melawan virus dengue, meningkatkan risiko perdarahan.

• Kebocoran Plasma dan Syok Dengue
Virus dengue dapat menyebabkan kebocoran plasma, yang berujung pada dengue shock syndrome (DSS). Kondisi ini mengganggu aliran darah ke organ vital, menyebabkan kekurangan oksigen dan berpotensi memicu kegagalan organ.

• Perdarahan Internal
Jika tidak segera ditangani, pasien bisa mengalami perdarahan serius, seperti mimisan, gusi berdarah, atau bahkan perdarahan di saluran pencernaan yang ditandai dengan tinja berwarna hitam.

• Komplikasi Organ
Dalam kasus parah, demam berdarah yang tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, dan paru-paru, yang berujung pada kegagalan organ dan kematian.

• Kejang dan Hipoksia
Jika aliran darah terganggu akibat DSS, tubuh bisa mengalami hipoksia (kekurangan oksigen), yang dapat menyebabkan kejang dan komplikasi lebih lanjut.

Karena risiko ini sangat serius, penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala demam berdarah, terutama saat memasuki fase kritis.

Jika ada anggota keluarga yang mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, segera periksakan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hal yang Harus Diwaspadai

Untuk mencegah komplikasi, perhatikan hal-hal berikut:
• Pantau tanda-tanda perdarahan, seperti kulit membiru atau darah dalam urin.
• Pastikan asupan cairan yang cukup, agar tubuh tidak mengalami dehidrasi akibat kebocoran plasma.
• Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk, terutama jika terjadi muntah terus-menerus, sesak napas, atau pingsan.
• Gunakan obat sesuai anjuran dokter, dan hindari obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Demam berdarah dengue adalah penyakit serius yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.

Mengenali gejala sejak dini, memahami fase kritis, dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala DBD, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan yang optimal. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#demam tinggi #komplikasi #demam berdarah dengue #aedes aegypti #perdarahan #Dengue #kesehatan