Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bonsai, Tanaman Mahal yang Mulai Menarik Minat Masyarakat Umum

Andy Satria • Sabtu, 8 Februari 2025 | 15:19 WIB
PUNYA PENGGEMAR SENDIRI: Sejumlah pengunjung mengamati tanaman bonsai yang dipamerkan dalam Gandeng Renteng II, di Kaza Mall Surabaya, Jumat (7/1).
PUNYA PENGGEMAR SENDIRI: Sejumlah pengunjung mengamati tanaman bonsai yang dipamerkan dalam Gandeng Renteng II, di Kaza Mall Surabaya, Jumat (7/1).

RADAR SURABAYA - Tren tanaman hias kian hari peminatnya semakin bertambah, salah satu yang paling banyak digemari adalah tanaman Bonsai.

Tidak hanya itu, Bonsai bukan hanya sebagai tanaman hias biasa, tetapi juga memiliki nilai investasi.

Karena dengan harga yang tinggi, menjadikan tanaman tersebut menjelma menjadi investasi yang prestisius.

Salah satunya adalah pameran yang bertajuk Gandeng Renteng II yang digelar di atrium Kaza City Mall Surabaya.

Pameran sekaligus kontes yang digelar di tingkat lokal yang menampilkan ratusan tanaman Bonsai dari berbagai jenis dan ukuran.

Membuat para pengunjung, baik itu penggemar maupun masyarakat umum tertarik untuk mengamati tanaman-tanaman tersebut secara detail.

Panitia penyelenggara pameran, Sujud Sukur mengatakan bahwa pameran ini merupakan pameran yang digelar kedua kalinya di Kaza Mall.

Para peserta yang turut serta dalam kegiatan ini berskala local, dari Surabaya Raya.

“Pameran ini digelar secara lokal dan merupakan pameran yang kedua kami gelar. Dengan peserta dari Surabaya Raya, seperti dari Surabaya, Pandaan, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto dan Bangkalan”, katanya di sela-sela pameran, Jumat (7/2).

Antusias penggemar Bonsai untuk menampilkan koleksinya dalam pameran ini terbilang sangat tinggi.

Dari 200 kuota yang disediakan oleh panitia, sebanyak 218 peserta turut serta dalam acara ini.

“Pameran ini diikuti 218 peserta dari 200 kuota yang kami sediakan”, jelasnya pria berambut gondrong ini.

Dalam kontesnya, panitia membuka dua kelas, yakni kelas Bahan yang banyak diminati oleh para pemula, karena salah satu sasaran peserta untuk mewadahi penggemar yang belum expert.

Sedangkan kelas Matang merupakan kelas yang menunjukkan bahwa pohon tersebut yang telah jadi.

Meskipun hanya memberikan trophy tidak hadiah berupa fresh money, antusias peserta kontes sangat tinggi karena merupakan kebanggaan tersendiri bagi para peserta.

“Kami hanya memberikan trophy dan sertifikat sebagai apresiasi, karena memang lebih ke arah prestigenya bagi para peserta”, jelasnya.

Harga tanaman Bonsai dengan sendirinya akan terdongkrak, ketika semakin banyak trophy yang didapat oleh tanaman tersebut.

“Bonsai itu kalau kita benar-benar bisa merawatnya, bisa menjadi sumber penghidupan bagi pemiliknya. Harganya kalau sudah benar-bernar jadi bisa mencapai Milyaran rupiah”, ungkap Sujud.

Selain itu peningkatan popularitas pohon yang sering turut serta dalam kontes, bisa mendorong nilai dan harga.

Seringnya muncul dalam kontes dan membawa trophy serta sertifikat, akan membuat orang tertarik untuk mengoleksinya.

Di kalangan masyrakat, tren bonsai dari tahun 2024 ke tahun 2025 ini semakin meningkat.

Image pohon bonsai memiliki penggemar dari kalangan lansia atau bapak-bapak pensiunan yang mengisi waktunya dengan membentuk tanaman bonsai, saat ini penggemarnya sudah merambah ke kalangan pemuda. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #Kaza Mall #bonsai #tanaman hias #pameran