RADAR SURABAYA – Untuk penggemar sepak bola, baik dari klub lokal maupun klub luar negeri, bahkan klub sepakbola timnas negara, memiliki jersey atau seragam tim tersebut adalah kebanggaan bahkan ada yang beranggapan kewajiban.
Namun saat ini memiliki jersey dari berbagai klub sepak bola menjadi tren yang berkembang di masyarakat, apalagi jersey retro yang menjadi fenomena yang menarik dalam ‘perburuan’ untuk dijadikan sebagai koleksi.
Tren koleksi jersey sepak bola saat ini adalah bloke core style, yaitu gaya berpakaian yang memadukan jersey bola dengan celana jeans dan sepatu kets.
Tren ini sekarang populer di kalangan para suporter sepak bola di berbagai kota di Indonesia.
Diaplikasikan saat menonton sepak bola, bahkan untuk nongkrong bersama lingkungannya.
Bloke Core berasal dari gaya berpakaian para hooligan di Inggris pada tahun 1980-an hingga 1990-an, yang memiliki ciri-ciri memakai jersey klasik dengan celana jeans, menggunakan sepatu kets, gaya berpakaian kasual.
Febriansyah selaku Brand Manager Liverpool Store mengatakan, suporter klub sepakbola asal Inggris Liverpool sendiri masih banyak mencari seragam yang digunakan dalam pertandingan final Liga Champions Eropa tahun 2005.
Karena menurutnya, pertandingan tersebut memiliki nilai sejarah yang patut untuk diingat.
“Untuk jersey Istanbul 2005 menjadi top seller di Liverpool Store. Karena Liverpool FC menjadi juara Liga Champions Eropa”, kata Febriasnyah di Pakuwon Mall Surabaya.
Dalam pertandingan tersebut, Liverpool di babak pertama ketinggalan 0-3 dari lawannya klub asal Italia, AC Milan.
Namun berhasil disamakan hingga kedudukan menjadi 3-3 dan memenangi laga lewat adu penalti.
Selain itu, Febriansyah menambahkan, jersey retro yang digunakan pada liga Inggris tahun 1960-an, era Emile Heskey di tahun 1990-an, merupakan salah satu item yang menjadi buruan para suporter.
Karena pada setiap era, tim tersebut memiliki momentum tersendiri dan menarik.
“Kita menyediakan jersey-jersey mulai di tahun 1960-an ada, tahun 90-an ada, Istanbul salah satu momen terbaik Liverpool sendiri bahkan di tahun 2000-an hingga terbaru juga kami sediakan”, tambah Febriansyah.
Selain jersey retro yang layak dikoleksi, ada beberapa item yang menjadi buruan para penggemar dan kolektor.
Seperti pin, lanyard, collectible item, jersey klub yang sudah ditanda tangani pemain hingga tiket berharga. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari