Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari Perfeksionis sampai People Pleaser, 5 Kepribadian Ini Rentan Mengalami Burnout !

Jay Wijayanto • Rabu, 15 Januari 2025 | 23:00 WIB
BURN OUT: Ilustrasi mengalami stres dan marah karena beban pekerjaan yang berat.
BURN OUT: Ilustrasi mengalami stres dan marah karena beban pekerjaan yang berat.

RADAR SURABAYA - Pernah Anda mengalami kelelahan berlebihan sampai-sampai tidak bersemangat untuk mengerjakan pekerjaan apapun? Bisa jadi Anda sedang mengalami burnout.

Burnout merupakan suatu kondisi dimana Anda merasa sering kelelahan baik secara fisik, mental, maupun emosional.

Saat mengalami burnout, Anda cenderung mudah marah, kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya dianggap penting dan mudah sakit. Bahkan, kondisi ini dapat membuat Anda membentci pekerjaan atau rutinitas yang sebelumnya Anda geluti.

Burnout pada dasarnya bisa dialami siapa saja. Namun, kondisi ini seringkali dialami oleh seseorang yang sering memaksakan untuk selalu bekerja, memiliki beban kerja yang berat, bekerja di lingkungan toxic, atau melakukan rutinitas yang cenderung monoton.

Selain lebih sering dialami oleh seseorang yang tertekan dengan pekerjaannya, burnout juga rentan dialami oleh orang dengan kepribadian tertentu.

Seseorang dengan kepribadian tertentu cenderung merespons stres dan tekanan dari lingkungan sekitarnya dengan cara yang justru meningkatkan risiko terjadinya burnout.

Melalui artikel ini, Anda dapat mengetahui 5 tipe kepribadian yang rentan mengalami burnout.

Harapannya dengan memahami tipe kepribadian tertentu, Anda bisa lebih memahami kondisi diri maupun orang-orang yang ada di sekitar Anda.

Berikut merupakan 5 tipe kepribadian yang memiliki risiko lebi tinggi terkena burnout:

1. Perfeksionis

Dalam psikologi, perfeksionisme didefinisikan sebagai sifat kepribadian yang dicirikan oleh keinginan seseorang untuk mencapai kesempurnaan dan menetapkan standar kinerja yang tinggi. Orang yang perfeksionis memiliki kecenderungan untuk melakukan evaluasi diri yang kritis dan sangat peduli tentang pandangan orang lain terhadap kinerjanya.

Akibatnya,orang perfeksionis seringkali merasa frustasi dan tertekan ketika pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan standar tinggi yang telah mereka tetapkan.

Sekalipun sebenarnya hasil pekerjaan mereka dapat dikatakan cukup baik, tetapi jika hasilnya tidak sempurna mereka akan tetap menganggap sebagai kegagalan. Pola pikir ini yang kemudian membuat perfeksionis sangat rentan mengalami burnout.

2. Workaholic

Seseorang yang gila kerja seringkali mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan kehidupan kerja dengan kehidupan pribadi. Ia cenderung fokus untuk bekerja dan mengabaikan kehidupan pribadinya. Bagi, workaholic, istirahat dan relaksasi sejenak dari pekerjaan hanya akan membuang waktu.

Ketika workaholic hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja, mereka rentan kelelahan dan mengalami stres. Dua hal ini apabila dibiarkan dalam waktu yang lama akan berpotensi menimbulkan burnout.

3. Introvert

Seseorang yang memiliki kepribadian introvert cenderung lebih suka melakukan aktivitas yang memang tidak melibatkan banyak orang, seperti membaca, menulis, atau melakukan pekerjaan yang bersifat individual. Ketika mereka berada pada lingkungan kerja yang mengharuskan untuk berinteraksi secara sosial, introvert akan mengalami kesulitan.

Hal ini membuat mereka rentan stres ketika harus setiap hari bekerja di tempat yang sangat ramai, apalagi dengan orang-orang yang tidak se-frekuensi. Apabila stres dan perasaan tertekan itu berlangsung setiap hari dan tidak mendapatkan penyelesaian, kondisi burnout akan muncul dan pastinya menimbulkan ketidaknyamanan.

4. Neurotik

Kepribadian neurotik merupakan salah satu dari lima ciri kepribadian tingkat tinggi dalam studi psikologi. Mereka yang medapatkan skor tinggi di kepribadian ini cenderung bersikap murung dan mengalami perasaan seperti cemas, khawatir, takut, marah, frustasi, iri hati, perasaan bersalah, tertekan, dan rasa kesepian.

Orang yang memiliki kepribadian neurotik juga cenderung merespons stresor (penyebab/sumber stres) dengan cara yang buruk serta cenderung menafsirkan situasi biasa sebagai suatu kondisi yang mengancam.

5. People Pleaser

Seseorang yang sulit untuk menolak permintaan orang lain atau yang lebih dikenal dengan people pleaser juga termasuk ke dalam jajaran kepribadin yang berpotensi mengalami burnout.

Menurut Debbie Sorense, psikolog klinis lulusan Harvard, yang dikutip dari topcareer.id (22/5), people pleaser rentan terhadap kelelahan atau burnout di tempat kerja. Mereka cenderung menjadi orang yang sangat baik dan bijaksana sehingga semakin sulit untuk menetapkan batasan atau terlibat secara emosional dalam pekerjaan mereka.

Akibatnya, ketika mereka banyak mengerjakan pekerjaan atau melakukan pekerjaan yang sebenarnya tidak disukai, mereka akan mudah stres dan tertekan. Apabila demikian, bukan tidak mungkin burnout juga menyerang mereka. (han/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kepribadian #burn out #pekerjaan #perfeksionis #people pleaser