RADAR SURABAYA - Permainan balap mobil Remote Control (RC) menjadi salah satu permainan yang tak lekang oleh waktu.
Para penghobi mobil ini pun hadir dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Namun sebagian besar penghobi adalah orang dewasa yang sudah berpenghasilan, karena hobi ini adalah hobi yang mahal.
Seperti dalam perlombaan balap mobil RC “SUBRC Challenge 2nd” yang digelar di Fairway Nine Mall Surabaya, sebanyak 37 pebalap dari Indonesia bahkan ada yang dari luar negeri beradu ketangkasan dalam merakit serta beradu kecepatan.
Lomba yang dibuka untuk umum ini dihadiri para peserta dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Banjarmasin bahkan ada yang dari luar negeri yakni Filipina.
Vincente Pattipeilohy, peserta lomba yang berasal dari Filipina mengatakan bahwa tren balap mobil RC ini dari tahun ke tahun semakin berkembang, karena dilihat dari banyaknya pemain-pemain baru terutama anak-anak yang turut dalam perlombaan.
“Perlombaan ini semakin berkembang, karena banyak pemain baru seperti anak-anak yang diajak orang tuanya lomba”, terang Vincent Senin (13/1).
Dalam perlombaan ini, ada dua kelas yang pertandingkan. Yakni ada kelas mini dan kelas touring, dengan penggemar yang berimbang.
“Biasanya setiap peserta memiliki lebih dari dua mobil, jadi satu untuk kelas mini dan satu touring. Sisanya mungkin cadangan ya”, tambahnya.
Meskipun tidak memberikan hadiah uang tunai, namun para peserta tetap antusias dalam perlombaan ini.
Hal ini terlihat dari aksesoris dan perlengkapan yang dibawa para peserta.
“Peserta hanya mendapatkan trofi dalam perlombaan ini. Karena setiap orang pasti berbeda, mungkin yang mencari keseruannya, ada yang mencari kompetitifnya, jadi pada dasarnya yang dicari fun ya”, jelas pria yang sudah 20 tahun menggemari mobil RC tersebut.
Sementara itu, Arkandhia Rashya Indrawan, pebalap muda berusia 14 tahun asal Sidoarjo yang ikut serta dalam perlombaan ini mengaku bahwa ia pertama kali ikut lomba diajak orang tuanya yang juga penghobi mobil RC.
“Awalnya dicobain papa game simulator mobil RC ini, dan akhirnya keterusan sampai sekarang”, kata Arkan.
Kelihain dalam mengendalikan mobil RC ini, adalah salah satu keseruan yang dicari para penghobi.
Selain itu, juga merakit spare part mobil, mencari celah bagaimana mobil ini bisa kencang dan seimbang.
Dibalik keseruan dalam membalap mobil RC, ada harga yang harus dibayar para penghobi tersebut.
Karena memang harga dari mobil tidak murah, belum lagi harus menambah spare part untuk mobil agar perform bisa meningkat.
“Ya harganya ada yang dua sampai tujuh jutaan, tapi itu baru mobilnya aja. Mungkin baru siap balap bisa Sembilan jutaan”, pungkas Arkan. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari