RADAR SURABAYA – Untuk menunjukkan kreativitas dan eksistensi mahasiswa dalam berkarya dapat dilakukan lewat berbagai cara.
Salah satunya melalui pameran yang menghadirkan karya yang mewadahi kreativitas mereka.
Sebanyak 90 karya mahasiswa dan pelajar dipamerkan dalam Desain Internasional Sinestesia 7 di Balai Pemuda, Surabaya. Acara yang digelar Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengusung tema Boomerang Find Your Why, Make Your Way.
Pameran ini memanjakan pengunjung dengan hasil eksplorasi kreatif berupa fotografi, ilustrasi, videografi, hingga branding.
Bahkan terdapat karya dari mahasiswa lima negara yakni Indonesia, Taiwan, Arab Saudi, Mesir, dan Amerika Serikat.
"Sinestesia ini bukan pameran tugas akhir, melainkan pameran internasional dengan berbagai macam karya dari dalam hingga luar negeri,” kata, Koorprodi S-1 DKV Unesa, Marsudi, Minggu (24/11).
Dia juga menjelaskan pentingnya pameran ini sebagai platform bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan dan memamerkan kreativitas mereka di tingkat global.
"Pameran ini untuk eksistensi mereka memamerkan kreativitas di tingkat mancanegara atau global," jelasnya.
Berbagai karya mahasiswa seperti desain Adventure Land Romokalisari yang menampilkan desain arena seperti gerbang masuk, spot-spot arena yang ada di tempat tersebut.
Selain itu juga ada aplikasi penunjang untuk masuk ke dalam wisata yang terletak di Surabaya Barat itu.
Selain itu, ada pula beberapa buku anak-anak yang mengangkat isu global dengan cara interaktif dan sangat menarik. Karya tersebut layak dipasarkan lebih luas.
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Martadi mengaku bahwa filosofi mendalam yang diusung dalam pameran ini yakni dirimu yang menentukan jalan untukmu, dan pada titik tertentu kalian semua akan menjadi diri sendiri.
Sinestesia 7 memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merefleksikan perjalanan kreatif mereka, sekaligus mendorong mereka untuk menemukan why dan menempuh way yang sesuai dengan mimpi masing-masing.
"Saya mengapresiasi konsistensi panitia yang terus menghadirkan Sinestesia setiap tahun. Harapannya, Sinestesia terus berlangsung, karena pameran ini bermakna bagi mahasiswa, yaitu sebagai wadah aktualisasi diri, membangun relasi, dan memperkuat soft skill," ujar Martadi.
Dia juga berharap karya-karya yang ditampilkan dapat didaftarkan untuk hak cipta.
“Tidak hanya sebagai pameran, tetapi juga untuk membangun branding diri dan menambah portofolio mahasiswa,” harapnya.
Di antara berbagai karya yang dipamerkan, Martadi menyoroti sebuah ilustrasi klasik abad pertengahan yang diolah secara manual dengan konteks kekinian.
"Karya tersebut menghubungkan sejarah dengan tren masa kini," tutur Martadi.
Sementara itu, Heny Subandiyah, mewakili dekan FBS berharap kegiatan ini tetap langgeng dengan kekhasan yang berbeda dari tahun ke tahun.
Karya dari luar negeri harus bertambah, jika perlu bisa lebih dari lima negara.
"Tidak hanya memamerkan karya, kegiatan yang didukung PUI Seni Budaya Unesa ini menjadi wadah bagi kolaborasi lintas budaya dan inklusivitas," ujar Heny.
Sinestesia 7 juga menghadirkan talkshow bertema The Foundation of Personal Branding dan workshop bertajuk Expression in Creation Logo yang memberikan wawasan baru bagi peserta tentang seni dan desain. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari