Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Busana Shibori, Pakai Pewarna Alami dengan Desain ala Anak Muda

Rahmat Sudrajat • Minggu, 17 November 2024 | 05:42 WIB
Sejumlah anak-anak penyandang disabilitas memeragakan busana Shibori karya desainer Veni Rosita di Kayoon Craft Surabaya, Jumat (15/11).
Sejumlah anak-anak penyandang disabilitas memeragakan busana Shibori karya desainer Veni Rosita di Kayoon Craft Surabaya, Jumat (15/11).

RADAR SURABAYA - Batik shibori khas negeri Sakura, Jepang yang dibuat menggunakan bahan pewarna alami daun indigo ditampilkan di Kayoon Craft Market, Jumat (15/11).

Menariknya busana tersebut diperagakan oleh anak-anak disabilitas dengan menggunakan berbagai motif terbaru batik shibori buatan dari desainer Veni Rosita.

Veni Rosita menampilkan model terbarunya seperti batik kebaya danvest sleeveless dengan bahan yang lebih tipis dan nyaman, cocok untuk cuaca yang tropis. Dengan menggunakan kain katun patin.

Selain itu dirinya juga mengeluarkan dress serta selendang yang dipadukan dengan berbagai dress.

"Ya ada beberapa motif batik shibori yang baru dengan lebih tipis kainnya tapi berstektur. Karena saat dicelup ada gradasi warnanya. Dengan iklim tropis seperti ini bisa digunakan," kata Veni Rosita.

Lebih lanjut Veni menuturkan, kainnya semua dari serat alam dan ramah lingkungan.

Alasan utama menggunakan pewarna alam karena benar-benar aman untuk lingkungan.

"Pewarna alam terbuat dari daun indigo yang menghasilkan pigmen warna biru. Sehingga warnanya otomatis biru-biru semuanya seperti pada batik shibori di Jepang. Selain itu juga ramah lingkungan," ungkapnya.

Untuk pembuatannya sama dengan teknik ikat di kain, setelah diikat pakai benang maupun karet atau dijelujur kemudian ditarik-tarik dengan kuat lalu menggunakan pewarna alam dicelup dengan menggunakan daun indigo.

"Jadi baju maupun kebaya dengan teknik shibori lebih simpel ditambah dengan kain fabric katun patis bertekstur, sehingga saat dilakukan pencepulan warna lebih terlihat jelas dan mempercantik desain dan motif shibori," ungkap Veni Rosita.

Menurutnya, saat ini batik shibori lebih diminati oleh anak-anak. Apalagi dengan model milenial seperti menggunakan tali yang tidak asimetris menambah kesan estetik saat digunakan.

"Biasanya kan produk batik shibori ini digemari oleh kalangan orang tua usia 40 tahun ke atas. Tapi sekarang diminati anak-anak muda karena kita punya model milenial. Kita kombinasikan juga dengan yang lagi tren sekarang seperti menggunakan tali tali tidak asimetris," terangnya.

Alasan menampilkan batik dengan model disabilitas diungkap Veni karena mereka juga mempelajari fashion meskipun mempunyai keterbatasan.

Namun bakat mereka ada dan dia pun memfasilitasi untuk menampilkan karya busana batik shibori.

"Kita support mereka karena mereka punya bakat yang luar biasa dalam dunia modeling," ujarnya.

Selain batik shibori juga ada produk busana lainnya yang ditampilkan dalam Kayoon Craft Market hingga 17 November mendatang. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#daun indigo #disabilitas #batik shibori #Kayoon Craft Market #pewarna alami