Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Agar Parfum Tahan Lama ketika Beraktivitas di Luar Ruangan saat Cuaca Panas, Pilih Aroma Woody atau Spicy

Rahmat Sudrajat • Senin, 21 Oktober 2024 | 02:14 WIB
RACIKAN: Ahmad Arianto sedang meracik parfum buatannya dengan berbagai bibit parfum.
RACIKAN: Ahmad Arianto sedang meracik parfum buatannya dengan berbagai bibit parfum.

RADAR SURABAYA - Banyak cara agar orang tetap menjaga keharuman pakaiannya meski memiliki segudang aktivitas.

Apalagi bekerja di luar kantor dengan mobilitas yang tinggi di tengah cuaca panas.

Kondisi badan berkeringat tentu akan mempengaruhi bau pakaian.

Tak sedikit orang menggunakan berbagai jenis parfum dengan menyemprotkan berkali-kali ke pakaian agar pakaian tetap wangi sepanjang hari di tengah aktivitas padat. 

Meski demikian, tak sedikit juga ketahan bau parfum hanya beberapa jam saja.

Sehingga membuat orang tidak percaya diri dan memperburuk performa.

Oleh karena itu, kondisi aktivitas yang padat dan cuaca panas dibutuhkan parfum yang wangi bisa tahan lama atau sepanjang hari. 

Menurut peracik parfum, Ahmad Arianto, karakter cuaca di Indonesia jika panas memang terlalu ekstrim, sehingga membuat tubuh sering berkeringat.

 Apalagi bagi pekerja yang di luar kantor dibutuhkan jenis parfum yang beraroma woody.

Aroma tersebut menurutnya lebih kuat dan natural dengan bau akar-akaran maupun kayu. Apalagi cocok digunakan oleh pria dan perempuan.

Selain itu, juga jenis parfum yang memiliki aroma spicy. Wangi spicy berasal dari rempah-rempah seperti cengkeh maupun jahe.

Arianto juga mengaku wangi spicy memiliki aroma yang kuat dan sensual. 

"Jadi kita juga harus sesuaikan dengan kondisi medan (cuaca, Red) di Indonesia. Aroma woody dan spicy sangat cocok untuk cuaca panas dan beraktivitas di luar ruangan. Tapi tergantung juga dengan keringatnya yang pakai. Kalau terlalu banyak berkeringat susah juga walaupun pakai parfum yang kuat aromanya," ujar Arianto, Minggu (20/10).

Tahan lamanya parfum ketika dipakai di pakaian menurut Riyan bisa 1-6 jam. Namun ada juga yang bisa tahan sampai 12 jam.

"Paling lama bisa 12 jam, tapi tergantung karakternya (parfum, Red). kalau karakternya soft nggak bisa dipaksa untuk bisa bertahan lama," terangnya. 

Dia juga menyarankan tetap menggunakan deodoran, pewangi yang digunakan khusus di badan agar antara badan dan pakaian aroma bisa melengkapi.

Pria yang akrab disapa Riyan itu menyarankan agar parfum yang mengandung alkohol sebaiknya tidak digunakan di badan karena bisa menyebabkan kulit sensitif. 

"Kalau di badan bisa menggunakan body mist atau body spray. Karena oil-nya sedikit banget, kandungan air oxy lebih banyak daripada alkohol," imbuhnya.

Sedangkan untuk pakaian yang digunakan di luar ruangan biasanya digunakan parfum jenis eau de parfum (EDP) yang mempunyai essential oil 15-20 persen.

Konsentrasi minyak yang lebih tinggi membuat EDP lebih tahan lama dan aromanya tajam. 

"Sebetulnya bisa saja eau de parfum di tempatkan di kulit tidak di pakaian. Tapi harus disemprotkan dulu di tangan baru digosokan di badan. Karena jika langsung disemprotkan ke badan, masih ada kandungan alkohol yang aktif jadi bisa membuat perih seperti kulit terbakar juga. Kalau di tempel di tangan alkoholnya bisa hilang dulu atau menguap," jelas owner Heroes Parfum ini.

Dia juga mengaku setiap hari bisa meracik parfum sekitar 500 botol dengan jenis yang berbeda.

Untuk pemakaian parfum idealnya bisa tiga kali sehari, pagi, siang dan malam.

Sementara itu untuk penempatan parfum lebih baik diletakan di tempat yang tidak ada cahaya karena akan semakin kuat aromanya dan tidak mudah menguap.

"Parfum itu mirip wine. Semakin lama semakin kuat. Jadi tidak boleh terkena cahaya. Karena dapat mempengaruhi kandungan serta mudah untuk menguap," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#woody #cuaca panas #spicy #parfum #eau de parfum #wewangian