Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Berburu Piringan Hitam dan Kaset Pita di Pasar Nostalgia Bratang Surabaya

Rahmat Sudrajat • Senin, 30 September 2024 | 02:33 WIB
PENGGEMAR MUSIK: Nisa Andini (kiri) bersama Brillyan Rizqi, memilih piringan hitam yang merekam lagu-lagu lawas, di salah satu toko di Pasar Nostalgia Bratang, Surabaya, Minggu (29/9).
PENGGEMAR MUSIK: Nisa Andini (kiri) bersama Brillyan Rizqi, memilih piringan hitam yang merekam lagu-lagu lawas, di salah satu toko di Pasar Nostalgia Bratang, Surabaya, Minggu (29/9).

RADAR SURABAYA - Piringan hitam atau vinyl dan kaset pita di era digital ini ternyata masih banyak diburu.

Konon musik yang ada di piringan hitam maupun kaset pita lebih mempunyai sisi natural yang lebih berkesan ditelinga pendengarnya dibandingkan dengan musik yang ada di aplikasi digital seperti Spotify.

Hal ini membuat Pasar Nostalgia Bratang, Surabaya kerap menjadi jujukan para penggemar musik lawas.

Tepatnya di lantai dua deretan barang-barang antik terdapat toko yang menjual piringan hitam maupun kaset pita.

Bahkan, piringan hitam dari tahun 1930 pun ada di toko yang bernama Antik Tintoys Basuki.

Salah satu penggemar kaset lawas, Brillyan Rizky mengaku tertarik untuk membeli karena ada nuansa musik yang berbeda ketika mendengarkan kaset dengan aplikasi digital saat ini.

Bahkan dia sudah mengoleksi puluhan kaset pita sekaligus piringan hitam hasil berburu di Pasar Nostalgia Bratang.

"Ya ada bedanya, kalau kita dengar musiknya dari band lama itu bikin lagu atau album pasti ada cerita dibaliknya. Beda lagi kalau diputar di Spotify kurang bisa ngerasain nuansa dan sentuhan musiknya. Effort-nya lebih terasa dan akhirnya lebih suka dengan satu album," tutur Brillyan, Minggu (29/9).

Saat ditemui, Brilian tengah asik memilih kaset-kaset lawas seperti milik Avril Lavigne, Paramore, Eminem hingga Linkin Park.

Dia akhirnya memutuskan untuk membeli kaset pita Eminem dan Linkin Park.

"Ya lagi pilih musik dari band yang tahu saja, agar mudah untuk nguliknya dalam satu album," ujar pria 25 tahun ini. 

Selain itu, sense dalam mendengarkan musik dia dapat saat mendengar kaset pita dan piringan hitam.

"Ya saya beli ini biar lebih semangat juga saat kerja. Tapi memang beda dan makanya saya lebih suka beli kaset daripada pakai yang digital," ungkapnya.

Sementara itu, di toko Antik Tintoys Basuki, piringan hitam yang paling lama tahun 1930, sedangkan untuk kaset pita yang lama di tahun 1970.

Segala genre musik ada di toko yang sudah ada sekitar enam tahun lalu. Mulai dari rock, pop, blues, reggae, langgam, hingga dangdut.

Bahkan tak jarang pembeli dari mancanegara mencari lagu-lagu Indonesia ke toko milik Basuki Sektiyo Adji tersebut. Seperti dangdut yang digemari oleh turis dari Belanda.

Bahkan grup band rock asal Surabaya yang tenar tahun 1970-an, AKA juga kerap dicari oleh pembeli dari Australia yang datang langsung ke toko tersebut.

"Banyak memang yang cari karena sekarang sudah mulai jarang yang eksis untuk mengkoleksi piringan hitam dan kaset pita. Bahkan kemarin ada dari Belanda dan Australia yang datang langsung ke toko untuk cari kaset milik musisi Indonesia," ujar Basuki.

Basuki sudah mengenal piringan hitam sejak kelas 2 SD. Karena dia lahir dari keluarga yang memang suka musik mulai dari ayah dan ibunya.

Kini di toko milikinya ada ratusan kaset pita dari era 1970-an dan piringan hitam dari tahun 1930. 

"Ya kalau di total memang banyak. Untuk piringan hitam aja sudah 400-an belum lagi yang kaset pita juga ada ratusan," tutur lansia 60 tahun.

Meski sudah lansia gairah bermusiknya pun luar biasa. Bahkan dia dari remaja gemar bermain musik.

Sehingga kepekaannya pada musik dalam kaset pun sangat luar biasa. 

Untuk urusan harga memang agak sedikit berbeda karena stoknya yang terbatas.

Tak semua orang memilikinya. Apalagi kalau kaset yang usianya lawas.

"Kaset pita harganya Rp 10 ribu sampai Rp 500 ribu. Sedangkan piringan hitam dari Rp 60 ribu sampai Rp 3,5 juta ke atas," ungkap Basuki.

Dia juga mengaku di era digital ini banyak orang mencari piringan hitam dibandingkan dengan kaset pita.

Karena piringan hitam menurutnya memiliki kualitas musik yang lebih natural.

"Soalnya mencari kualitas suara yang tidak sekadarnya saja, ya sulit. Solusinya ya di piringan hitam musiknya lebih natural. Karena pertama kali musik itu berasal dari piringan hitam," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #kaset pita #Pasar Nostalgia #eminem #piringan hitam #vinyl #Bratang #linkin park