Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pameran Lukisan Hong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng, Bentuk Support antar Perupa Lintas Generasi

Rahmat Sudrajat • Rabu, 18 September 2024 | 01:36 WIB
Pengunjung mengamati lukisan karya perupa lintas generasi dalam pameran lukisan bertajuk Hong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng di Galeri Dewan Kesenian Surabaya, Selasa (17/9).
Pengunjung mengamati lukisan karya perupa lintas generasi dalam pameran lukisan bertajuk Hong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng di Galeri Dewan Kesenian Surabaya, Selasa (17/9).

RADAR SURABAYA - Pameran lintas generasi digelar di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Kompleks Balai Pemuda, Surabaya.

Dengan mengangkat tema Hong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng sebagai bentuk untuk men-support perupa generasi muda untuk berkarya.

Terdapat 26 perupa dari berbagai kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo hingga Batu.

Mereka menampilkan 31 karya dengan berbagai lukisan dan aliran seni lukis. 

Menurut ketua penyelenggara pameran lukisan lintas generasi, Roman Chuza, pemeran ini didukung penuh oleh para sesepuh pelaku seni yang peduli kepada generasi perupa muda.

Karena karya memang abadi namun mencari peneruh memang sulit. 

"Intinya karya itu abadi tapi tidak untuk kepada penerus atau perupa seni lukis dalam proses berkesenian yang harus tetap ada generasi penerus setelah kita," kata Roman, Selasa (17/9).

Dalam pameran ini ada lukisan seperti Doa Suci Cinta, Panggilan Tuhan/Adzan, Baitullah hingga lukisan tentang huru hara.

Bahkan Roman menyebut lukisan yang dibuat perupa paling muda berusia tujuh tahun. 

"Jadi di sini berbagai usia ada semua mulai usia tujuh tahun yang paling muda sampai 75 tahun. Itu yang disebut lintas generasi. Semua perupa bebas mengekspresikan karyanya," jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, ide pembuatan pameran lukisan lintas generasi ini berasal dari perupa senior yaitu Andro Brada.

Dimana makna dari Hong Wilaheng Sekaring Bawana Langgeng yakni kehidupan ini pada hakekatnya adalah absurditas dan nisbi kita tidak memiliki kuasa untuk mengawali juga mengakhiri peran atas anugerah kehidupan yang sangat indah ini.

Oleh karena itu, Roman berharap pemeran ini bisa menjadikan acuan untuk perupa agar lebih peduli pada generasi muda untuk mengekpresikan karya-karya.

"Semoga karya ini bisa menginspirasi dan menyemangati rekan -rekan perupa agar tetap eksis dalam berkarya," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Galeri Dewan Kesenian Surabaya #seniman #Jawa Timur #pameran lukisan #perupa