Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Obelisk hingga Jam Digital, Begini Sejarah Panjang Penemuan Jam

M Firman Syah
Penulis: M Firman Syah❯
Siapa Sebenarnya Penemu Jam Pertama di Dunia?
Siapa Sebenarnya Penemu Jam Pertama di Dunia?

Advertisement

RADAR SURABAYA – Jam menjadi salah satu penemuan terpenting dalam sejarah peradaban manusia. Alat penunjuk waktu ini telah membantu manusia mengatur aktivitas sehari-hari selama ribuan tahun, jauh sebelum hadirnya teknologi digital seperti saat ini.

Namun, jam tidak langsung hadir dalam bentuk arloji atau jam pintar. Perjalanannya dimulai dari pemanfaatan fenomena alam oleh manusia kuno untuk mengetahui pergantian waktu.

Catatan sejarah menunjukkan, sekitar 3.500 SM masyarakat Mesir Kuno menggunakan bangunan batu tinggi yang dikenal sebagai obelisk untuk memperkirakan waktu berdasarkan arah dan panjang bayangan Matahari. Metode serupa juga digunakan bangsa Babilonia sekitar 2.000 SM dengan memanfaatkan tongkat yang ditancapkan tegak lurus ke tanah.

Advertisement

Seiring perkembangan zaman, metode tersebut memiliki keterbatasan karena tidak dapat digunakan pada malam hari maupun saat cuaca mendung. Kondisi itu mendorong lahirnya berbagai inovasi baru dalam pengukuran waktu.

Sekitar 1.380 SM pada masa pemerintahan Raja Amenhotep di Mesir, muncul teknologi jam air atau clepsydra. Alat ini bekerja menggunakan aliran air yang menetes secara konstan untuk mengukur durasi waktu.

Advertisement

Tak lama kemudian, manusia juga mengenal jam pasir yang memanfaatkan perpindahan pasir dari satu tabung ke tabung lainnya. Kedua teknologi tersebut kemudian menyebar ke Yunani, Romawi, hingga berbagai wilayah Eropa.

Lompatan besar dalam sejarah penunjuk waktu terjadi pada abad ke-14 ketika bangsa Eropa mulai mengembangkan jam mekanik. Salah satu tokoh yang dikenal dalam perkembangan teknologi ini adalah Henry de Vic.

Atas permintaan Raja Charles V dari Prancis pada 1360, Henry de Vic berhasil merancang jam mekanik berbahan besi yang digerakkan menggunakan pemberat. Inovasi tersebut memiliki tingkat ketepatan yang lebih baik dibandingkan jam air maupun jam pasir. Beberapa tahun kemudian, Giovanni Dondi turut mengembangkan jam mekanik yang digunakan pada menara kota di Italia.

Perkembangan teknologi jam terus berlanjut pada abad ke-16. Seorang pengrajin asal Jerman, Peter Henlein, berhasil memperkecil ukuran jam dengan mengganti sistem pemberat menggunakan pegas baja. Penemuan tersebut menjadi cikal bakal lahirnya jam portabel yang lebih praktis digunakan.

Kemudian pada 1656, astronom Belanda Christiaan Huygens mengembangkan jam pendulum dengan menggabungkan sistem pegas dan prinsip bandul yang sebelumnya dipelajari oleh Galileo Galilei. Jam pendulum menjadi salah satu alat pengukur waktu paling akurat pada masanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Generasi Terkoneksi (GENSi) Creative AI Learning oleh Indosat Ooredoo Hutchison

Generasi Terkoneksi (GENSi) Creative AI Learning oleh Indosat Ooredoo Hutchison

Event Generasi Terkoneksi (GENSi) Creative AI Learning yang diinisiasi oleh Indosat Ooredoo Hutchison dan bekerja sama dengan Adobe Express.

Sunway Medical Centre Ipoh, Rumah Sakit Pertama di Asia Tenggara, Hadirkan Terapi HIFU Tanpa Operasi

Sunway Medical Centre Ipoh, Rumah Sakit Pertama di Asia Tenggara, Hadirkan Terapi HIFU Tanpa Operasi

Malaysia terus menjadi salah satu destinasi wisata medis pilihan masyarakat Indonesia berkat kualitas layanan kesehatan yang diakui secara luas, teknologi medis yang canggih, serta akses yang mudah.

Mengisi Daya Ponsel Semalaman Masih Aman, Asal Perhatikan Hal Ini

Mengisi Daya Ponsel Semalaman Masih Aman, Asal Perhatikan Hal Ini

Mengisi daya ponsel semalaman umumnya aman pada smartphone modern karena telah dilengkapi sistem pengaturan daya otomatis. Namun, pengguna tetap perlu menghindari panas berlebih dan menggunakan charger yang sesuai agar k

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer