Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Suguhkan Kekayaan Wastra Tenun Jatim lewat East Java Fashion Harmony 2024

Mus Purmadani • Sabtu, 8 Juni 2024 | 02:59 WIB
RISE OF REMINISCENE: Para desainer Jatim dan karyanya yang akan dihadirkan dalam East Java Fashion Harmony 2024.
RISE OF REMINISCENE: Para desainer Jatim dan karyanya yang akan dihadirkan dalam East Java Fashion Harmony 2024.

RADAR SURABAYA – Jawa timur (Jatim) memiliki kekayaan wastra nusantara yang sangat beragam. Mulai dari batik, tenun, lurik, dan lain sebagainya.

Untuk mengenalkan kekayaan wastra nusantara Jatim, Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim kembali menghadirkan East Java Fashion Harmony 2024.

Acara ini akan digelar 22 Juni mendatang di Pantai Midodaren, Kabupaten Tulungagung, dengan mengusung tema Rise of Reminiscence yang berarti kenangan (tenun) yang dihidupkan kembali.

Dalam pagelaran ini konsep yang diangkat adalah busana kebaya dan sarung ready to wear dari bahan tenun Jawa Timur (Jatim).

"East Java Fashion Harmony tahun 2024 yang membedakan dengan tahun sebelumnya adalah bentuknya festival. Jadi tidak hanya peragaan busana, tapi ada juga pertunjukan budaya, UKM dan beragam wastra," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Evy Afianasari dalam konferensi pers di Pendopo Jayengrono, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Jumat (7/6).

Evy mengatakan, kegiatan ini diikuti 30 desainer muda siswa SMK, enam desainer profesional Jatim dan mancanegara, serta desainer dan model disabilitas dan 35 model profesional Jatim.

Wastra tenun yang diproduksi dan diperagakan mengoptimalisasi dari produk UMKM tenun yang berkembang dan memiliki karakteristik kuat tentang motif kearifan lokal di Jatim, antara lain dari Jombang, Kediri, Tuban, Lamongan, Gresik, Mojokerto dan yang lain.

"Kenapa tahun ini banyak diikuti desainer muda, karena kami ingin menunjukkan kalau pendidikan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia tidak cuma teori, tapi bisa jadi keahlian dan sumber penghasilan," katanya.

Sementara itu, Fashion Desainer Lia Afif mengatakan, dari sekian banyak perajin tenun di Jatim, ia memilih tenun dari Kediri.

"Karena saya sebelumnya menanyakan dulu kepada perajin siap atau tidak untuk memenuhi produksi dalam jumlah banyak dan cepat. Karena ini berkaitan dengan produksi saya," katanya.

Menurutnya, saat ini banyak juga peminat tenun dari Jatim. Hanya saja tantangannya adalah kesiapan para perajin tenun dalam berproduksi. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#lia afif #tenun #East Java Fashion Harmony 2024 #tenun jawa timur #wastra nusantara #desainer #disbudpar jatim