RADAR SURABAYA - Tidak seperti di Indonesia atau negara lain, anak-anak sekolah dasar di Jepang kebanyakan menggunakan tas yang memiliki model mirip-mirip, yang biasa disebut dengan randoseru.
Tas ini memiliki beberapa keunikan jika dibandingkan dengan tas lain.
Apa saja itu keunikannya? Simak Tujuh fakta tentang randoseru di bawah ini untuk mengetahuinya:
1. Berasal dari bahasa Belanda
Meskipun tas ini khas dari Jepang, nama randoseru (ランドセル) sendiri merupakan pinjaman kata dari bahasa Belanda, yaitu ransel.
Kata ransel ini juga diserap ke bahasa Indonesia secara mentah.
Kata ransel dalam bahasa Belanda sendiri artinya adalah tas punggung (backpack).
2. Berbahan ringan
Tas ransel randoseru meskipun nampak berat, sebenarnya tidak seberat yang terlihat.
Randoseru memang lebih berat dari tas kain biasa atau hanya sekitar 1,2 kilogram.
Belakangan ini, randoseru juga dibuat dengan bahan kulit sintetis agar lebih ringan untuk dipakai oleh anak-anak.
Selain itu, kebanyakan tas randoseru juga dibuat dengan tangan, bukan mesin.
3. Didesain untuk keamanan anak-anak
Tas ransel randoseru memiliki bahan yang kuat, keras, dan kokoh.
Ini ditujukan demi keamanan pemakainya, terutama anak-anak.
Sebab kebanyakan anak-anak di Jepang berangkat dan pulang sekolah sendiri tanpa pengawasan orang tua, rawan bagi mereka untuk terpeleset, terutama di musim salju saat jalanan menjadi licin.
Ransel ini dibuat agar anak-anak terlindungi dari hantaman keras yang berisiko mengenai tubuh mereka.
Tas ini juga dapat melindungi kepala anak-anak jika terjadi gempa, mengingat Jepang adalah negara yang sangat rawan akan bencana gempa.
4. Sangat awet
Randoseru memiliki bahan yang awet dan tahan hingga bertahun-tahun.
Saking awetnya, tak jarang tas ini digunakan secara turun-temurun.
Karena hal tersebut, tas ini juga memiliki harga yang sangat mahal, berkisar antara 8.280 hingga 100.000 Yen Jepang.
5. Memiliki tombol alarm
Beberapa tas randoseru juga dilengkapi dengan tombol alarm keamanan.
Tombol ini jika ditekan akan mengeluarkan bunyi yang sangat keras.
Bunyi ini dapat menarik perhatian orang-orang di sekitarnya sehingga pemakainya, terutama anak-anak, akan memiliki risiko lebih rendah menjadi korban kejahatan.
6. Dapat mengambang di air
Untuk keamanan anak-anak, tas ini juga dapat mengambang di air.
Karena anak-anak SD di Jepang kebanyakan pergi dan pulang ke sekolah dengan berjalan kaki bersama teman-temannya tanpa ditemani orang tua, rawan bagi mereka untuk terpeleset ke danau atau sungai.
Tas ini didesain agar dapat mengambang di air sehingga anak-anak dapat menjadikan randoseru sebagai alternatif pelampung dan mencegah tenggelam.
7. Sering dijadikan hadiah dan oleh-oleh
Di Jepang, banyak orang tua dan kakek nenek yang menghadiahkan tas randoseru kepada anak cucu mereka yang akan memasuki jenjang sekolah dasar.
Meskipun harganya mahal, tetapi tas ini akan dipakai hingga mereka lulus dari sekolah dasar.
Selain itu, tas ini juga sekarang memiliki bermacam-macam warna dan motif menarik sehingga tampilannya tidak membosankan.
Randoseru juga sering dijadikan oleh-oleh bagi turis yang datang ke Jepang karena memiliki fungsi dan nilai estetika yang baik.
Umumnya, tas ini berwarna hitam untuk anak laki-laki dan merah untuk anak perempuan.
Meskipun demikian, belakangan ini randoseru sudah memiliki banyak model sehingga tidak terlihat membosankan.
Meskipun harganya mahal, tapi tas ini dapat bertahan bahkan hingga puluhan tahun.
Apakah Anda tertarik untuk membelinya? (hel/nug)
Editor : Nofilawati Anisa