BULAN Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi seluruh umat Islam.
Mereka diwajibkan untuk melaksanakan puasa sebulan penuh.
Dalam bulan yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amalan sunnah, karena pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah Swt.
Untuk itu, penting memperhatikan adab berbuka puasa agar amalan selama Ramadan sesuai dengan syariat Islam.
Menurut buku "Rahasia Sehat Berdasarkan Sunnah Rasulullah," puasa memiliki manfaat kesehatan.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) memberikan anjuran mengenai puasa sebagai sarana untuk menjaga kesehatan tubuh ini.
Sebagaimana diriwayatkan oleh al-Thabrani dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Berpuasalah, niscaya kalian sehat." (HR Thabrani).
Merujuk pada buku "Buka Puasa Bersama Rasulullah SAW" dan informasi dari laman NU Online, terdapat beberapa adab yang patut diperhatikan ketika berbuka puasa.
Berikut adalah penjelasannya:
1. Segerakan Berbuka
Adab pertama yang perlu diperhatikan saat berbuka puasa adalah menyegerakan berbuka. Momen berbuka saat paling dinantikan oleh mereka yang menjalankan ibadah puasa.
Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa disarankan bagi orang yang berpuasa untuk segera membatalkan puasa saat tiba waktu berbuka.
Rasulullah SAW juga senantiasa menunjukkan kebiasaan ini dengan memprioritaskan berbuka puasa sebelum melaksanakan salat Maghrib.
Anas Rodhiyallahu Anhu (RA) menyampaikan, "Nabi Muhammad tidak pernah mendirikan salat Maghrib sebelum beliau berbuka, bahkan hanya dengan seteguk air." (HR Tirmidzi)
2. Utamakan Membaca Basmalah
Menyebut nama Allah Subhanahu Wata’ala (Swt) sebagai kalimat pembuka untuk mulai berbuka.
Sebab membaca Basmalah sebelum makan merupakan sunnah yang senantiasa dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Dalam riwayat yang disampaikan oleh Umar bin Abi Salamah, ia mengungkapkan pengalamannya di rumah Rasulullah SAW ketika tangannya berada di atas nampan makanan.
Rasulullah SAW pun berpesan kepadanya, "Wahai anak! Bacalah basmalah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan ambil lah makanan yang ada di dekatmu." (HR Bukhari & Muslim)
3. Membaca Doa ketika Berbuka
Membaca doa sebelum berbuka puasa merupakan anjuran yang diajarkan Rasulullah SAW.
Beliau menjelaskan bahwa doa orang yang berpuasa hingga waktu berbukanya adalah doa yang sangat mustajab atau diterima oleh Allah.
Rasulullah SAW menyampaikan, "Tiga orang yang doanya tidak akan ditolak: 1) orang yang berpuasa hingga dia berbuka, 2) pemimpin yang adil, dan 3) orang yang terzalimi." (HR Ibnu Majah, Ahmad, & Tirmidzi)
Dalam sebuah hadist shahih, beliau membaca doa berbuka puasa dengan lafaz berikut:
"اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ"
Allahumma laka shumtu wa 'alâ rizqika afthartu
Artinya: "Ya Allah, aku berpuasa hanya untuk-Mu dan aku berbuka dengan rezeki-Mu." (HR Abu Dawud & Baihaqi)
4. Berbuka dengan Kurma
Berdasarkan sunnah berbuka puasa, langkah selanjutnya adalah berbuka dengan kurma kering, kurma basah, atau air putih.
Di antara ketiganya, kurma kering dianggap lebih utama, sementara air dianggap pilihan yang lebih rendah.
Selain itu, dianjurkan untuk berbuka puasa dengan jumlah yang ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh butir kurma.
Anas bin Malik meriwayatkan, "Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa kurma basah sebelum mendirikan salat. Jika tidak tersedia, beliau menggunakan kurma kering. Jika tidak ada kurma, maka beliau memilih untuk meminum air." (HR Dawud)
5. Berbuka dengan Minum Air
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika tidak ada kurma, maka disunnahkan untuk berbuka puasa dengan meminum air.
Disarankan untuk menggunakan air Zam zam jika tersedia. Namun jika tidak ada, maka boleh menggunakan air mineral atau air kemasan lainnya.
6. Mengutamakan Salat Maghrib sebelum Makan Lebih Banyak
Setelah membatalkan puasa, Rasulullah SAW melanjutkan dengan menunaikan salat Maghrib terlebih dahulu.
Namun jika makanan utama sudah tersedia sebelum waktu salat, berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW menyarankan umatnya:
"Jika makanan malam telah tersedia, hendaknya kamu makan sebelum melaksanakan salat Maghrib dan hindarilah tergesa-gesa dalam menyantapnya." (HR Bukhari, Muslim & Ahmad)
7. Tidak Berlebihan Menikmati Hidangan Berbuka
Perlu diingat, inti dari puasa bukan hanya menahan diri dari konsumsi makanan dan minuman, tetapi juga menahan diri dari hawa nafsu.
Ketika waktu berbuka tiba, disarankan untuk menghindari mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan.
Hal ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW, sebagaimana sabdanya:
"Sesungguhnya termasuk berlebih-lebihan jika kamu memakan segala yang kamu inginkan." (HR IbnuMajah).
8. Baca Doa setelah Makan dan Minum
Setelah selesai makan dan minum, dianjurkan untuk membaca doa berikut:
"الحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، غَيْرَ مَكْفِيٍّ، وَلَا مُوَدَّعٍ، وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا"
Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiihi, ghaira makfiyyin, wa la muwadda'i, wa la mustaghnan, 'anhurabbana.
Artinya: "Segala puji bagi Allah, dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah. Pujian tersebut tidak bisa mencukupi, tidak ditolak, dan tidak pula ada yang setara dengan anugerah-Mu, ya Tuhan kami."
Demikian! Semoga informasi mengenai adab berbuka puasa sesuai syariat Islam ini bermanfaat.
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Ramadan ini membawa berkah bagi semua. (mg1/gus/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto