Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Dia Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Kesehatan Otak

Jay Wijayanto • Selasa, 30 Januari 2024 | 01:13 WIB
Photo
Photo

MENGUTAMAKAN kesehatan otak sama pentingnya dengan merawat organ tubuh lainnya.

Beberapa kebiasaan sehari-hari ternyata dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan otak.

Otak berperan sebagai pusat pengendalian tubuh dan kerusakannya dapat mempengaruhi fungsi pikiran, memori, sensasi, dan aspek lainnya.

Ilmuwan menyoroti bahwa perubahan gaya hidup tertentu dapat meningkatkan pengetahuan, daya imajinasi, dan ketahanan mental.

Oleh karena itu, perubahan kebiasaan sehari-hari dapat berperan dalam menjaga fungsi otak agar tetap optimal.

Apa saja kebiasaan tersebut yang berpotensi merusak kesehatan otak?

1. Kurang tidur

Jika kebiasaan begadang sering dilakukan, disarankan untuk segera menghentikannya.

Kebiasaan kurang tidur dapat mengganggu kinerja otak, mempengaruhi kemampuan mengingat dan berpikir, serta meningkatkan risiko demensia dan penyakit Alzheimer.

Sebaliknya, menjaga pola tidur yang cukup secara teratur dapat memberikan manfaat kesehatan bagi otak.

Mengurangi konsumsi kafein dan menghindari penggunaan gadget sebelum tidur juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Penerapan sleep hygiene juga dapat membantu memperbaiki pola tidur.

2. Konsumsi obat-obatan

Menurut WebMD, penggunaan beberapa jenis obat seperti antidepresan trisiklik dan antihistamin yang dijual bebas dapat menghambat aksi senyawa asetilkolin dalam otak. Asetilkolin memiliki peran penting dalam proses pembelajaran dan memori.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi obat-obatan tersebut dalam jumlah tinggi dan jangka panjang berisiko meningkatkan risiko demensia.

3. Kurang bergerak atau terlalu banyak duduk

Menurut informasi dari Health Harvard Edu, rata-rata orang dewasa menghabiskan waktu duduk selama enam setengah jam per hari, yang dapat berdampak pada kesehatan otak.

Sebuah penelitian pada tahun 2018 yang dipublikasikan di PLOS One menunjukkan bahwa kebiasaan terlalu banyak duduk dapat menyebabkan perubahan pada bagian otak tertentu, terutama pada bagian memori.

Dalam penelitian ini, penggunaan pemindaian MRI menunjukkan bahwa orang yang duduk terlalu lama memiliki bagian otak yang mengatur ingatan baru, yang disebut lobus temporal medial (MTL), lebih tipis. Ini bisa menjadi indikator awal penurunan kognitif dan risiko demensia.

Direktur Unit Penelitian Genetika dan Penuaan, serta Co-Direktur Pusat Kesehatan Otak McCane di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Rudolph Tanzi, menyarankan agar setiap 15 hingga 30 menit duduk, sebaiknya diikuti dengan gerakan atau aktivitas fisik.

4. Kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman tidak sehat

Asupan makanan juga dapat mempengaruhi kesehatan otak. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat dapat mengganggu fungsi otak dalam proses belajar, memori, dan kesehatan mental.

Maka dari itu, disarankan untuk mengganti kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman tidak sehat, seperti makanan cepat saji, camilan yang tinggi gula, atau minuman beralkohol, dengan makanan sehat yang kaya nutrisi, seperti buah, sayur, ikan, minyak zaitun, dan kacang-kacangan.

5. Kurangnya paparan sinar matahari

Kebiasaan merugikan otak lainnya adalah kurangnya paparan sinar matahari. Sering berada di dalam ruangan yang minim pencahayaan alami dari sinar matahari dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan otak.

Beberapa dampak tersebut meliputi penurunan kinerja otak, risiko depresi, gangguan sistem saraf, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Para peneliti merekomendasikan untuk secara rutin menghabiskan waktu di luar ruangan yang terkena sinar matahari, terutama pada pagi hari, sebagai cara untuk mendukung fungsi otak yang optimal.

6. Mendengarkan musik dengan volume tinggi menggunakan earphone

Kebiasaan mendengarkan musik dengan volume tinggi melalui earphone atau headphone dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen.

Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga dapat mengakibatkan masalah otak, termasuk kehilangan memori dan kerusakan jaringan otak pada masa yang akan datang.

Otak adalah satu-satunya organ yang memerlukan usaha untuk memproses informasi dari sekitarnya. Jika tekanan berlebihan diberikan pada otak, dapat merusaknya.

Oleh karena itu, disarankan untuk mengatur volume mendengarkan musik agar tetap aman untuk pendengaran.

7. Terlalu banyak waktu menyendiri

Terlalu sering mengisolasi diri dari lingkungan dan interaksi sosial juga dapat merugikan kesehatan otak.

Orang yang sering menghabiskan waktu sendirian dan merasa kesepian memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk depresi, penyakit jantung, dan penurunan kemampuan mengingat.

Berinteraksi dengan orang lain dan terlibat dalam aktivitas sosial dapat merangsang otak dan menjaganya tetap aktif. Hal ini dapat membantu mencegah penurunan kognitif dan mempertahankan fungsi otak yang optimal.

Oleh karena itu, penting untuk meluangkan waktu untuk bertemu dengan teman, keluarga, atau terlibat dalam kegiatan sosial untuk menjaga kesehatan otak dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Mengubah kebiasaan yang merugikan kesehatan otak, seperti yang disebutkan di atas, dan menggantinya dengan kebiasaan yang positif tidak hanya akan meningkatkan kesehatan otak, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan, meningkatkan produktivitas, serta mempromosikan kesejahteraan mental dan emosional. (mg2/sat/jay)

 

Editor : Jay Wijayanto
#Kesehatan Otak #Kebiasaan Tidur #organ tubuh