Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dibuat Tas hingga Kipas, Kerajinan Sak Semen Karya Hermin Ini Diminati hingga ke Liverpool dan Turki

Rahmat Sudrajat • Rabu, 24 Januari 2024 | 01:59 WIB
DAUR ULANG: Hermin Setiowati, menyelesaikan pembuatan aksesoris berupa tas, payung dan lainnya dengan memanfaatkan limbah kertas bungkus semen di workshopnya kawasan Semolowaru, Surabaya.
DAUR ULANG: Hermin Setiowati, menyelesaikan pembuatan aksesoris berupa tas, payung dan lainnya dengan memanfaatkan limbah kertas bungkus semen di workshopnya kawasan Semolowaru, Surabaya.

SURABAYA - Karya Hermin Setiawati tak bisa dianggap sebelah mata, meski menggunakan bahan dari sak semen bekas yang sudah tidak terpakai, namun karyanya berupa tas, topi, kipas dan juga payung sudah diminati sampai ke mancanegara.

Hermin berhasil mengubah sak semen sisa bangunan itu sejak 2011 lalu. Berawal dari pelatihan, akhirnya tertarik hingga saat ini masih memproduksi.

Menurut Hermin, kerajinan kertas semen itu berawal dari dijumput namun sekarang ia berhasil mengembangkan melalui ecoprint secara alami dengan daun. Seperti daun jati, daun jambu jarak, daun jarak ulung.

"Ya, pertama kali dijumput habis gitu sekarang di ecoprint seperti kain-kain dengan menggunakan daun alami seperti daun jati hingga daun jarak ulung," kata Hermin, kemarin.

Ia mengaku untuk pembuatan karya-karyanya dibutuhkan ketelatenan. Mulai dari pengumpulan bahan, pencucian kemudian dilakukan ecoprint dengan daun.

"Sebetulnya waktu pembuatannya tidak lama, yang lama itu buka sak semen, terus mencuci kemudian mengekoprin," tuturnya.

Sehari ia bisa memproduksi beberapa barang, tergantung dari tingkat kerumitannya. Seperti tas setelah dilakukan pembuatan pola pihaknya melakukan proses jahit.

"Kalau jahit, dulu saya lakukan sendiri tapi sekarang sudah saya jahitkan ke tempat jahit. Sedangkan untuk payung sendiri nggak pakai dijahit tinggal kita kreasikan saja. Untuk payung kita gunakan kayu sama dengan kipas," terang perempuan yang Mei mendatang genap berusia 70 tahun itu.

Barang produksi Hermin diminati oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Surabaya, seperti wisatawan yang menggunakan kapal pesiar.

"Kalau ada kapal pesiar yang sandar biasanya laku terjual. Turis asing yang membeli biasanya dari Belanda, Belgia, Turki, Norwegia, hingga Jepang," tuturnya.

Bahkan, ia mengaku mendapatkan keuntungan hingga Rp 8 juta setiap kali turis berkunjung ke Surabaya.

Sedangkan untuk pengiriman ke luar negeri ia difasilitasi oleh dinas terkait. Ketika itu karyanya di kirim ke Liverpool hingga ke Turki.

"Kalau untuk pengiriman difasilitasi oleh dinas biasanya, sampai ke Liverpool dan Turki,” imbuhnya.

Untuk harga menurutnya relative, karena sebanding dengan kreasi. Seperti kipas dipatok Rp 125 ribu, sedangkan dompet Rp 45-50 ribu, tas Rp 200-500 ribu, hingga payung Rp 750 ribu. (rmt/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#tas #turki #kerajinan #hermin setiawati #liverpool #Kipas