Bersama Bidan Desiana Trisni dan Doodle Exclusive Baby Care
ORANG TUA kerap khawatir jika tubuh anak kurus atau berat badan anak susah naik. Pasalnya, gejala berat badan kurang pada anak tersebut bisa menjadi tanda anak kekurangan gizi atau menderita kondisi medis tertentu yang memerlukan perawatan.
Gejala berat badan kurang pada anak perlu diwaspadai karena hal ini dapat menandakan gangguan pertumbuhan. Apa saja yang perlu diwaspadai? Simak pembahasannya bersama Doodle Exclusive Baby Care berikut ini.
Dalam perbincangannya bersama Doodle Exclusive Baby Care, Bidan Desiana Trisni mengatakan kenapa berat badan bayi naik turun? Seorang ibu harus tahu pengertian seret seperti apa? sudah paham belum tentang kurva kenaikan berat badan anak yang normal seperti apa?
Seret yang dimaksud para ibu adalah kenaikan sedikit demi sedikit tetapi mengalami kenaikan atau dari bulan ke bulan berat badannya sama saja kurvanya mendatar atau melandai atau bahkan turun. Hal inilah yang harus dipahami terlebih dahulu seret yang dipahami ibu persepsi seperti apa?
Ditambahkan Bidan Desi, untuk faktor penyebab yang paling mudah diingat yang pertama karena asupan nutrisi dan gizi. Ada dua hal tentang asupan nutrisi yang digali oleh para ibu yang mengeluh berat badan anaknya seret.
“Salah satu faktor penyebab berat badan bayi naik turun adalah apakah seorang ibu sudah mengetahui belum asupan nutrisi kebutuhan gizi di usia anaknya saat ini berapa gram per hari, kalorinya berapa besar yang disesuaikan dengan berat badan anak yang seharusnya?"
Pengetahuan tentang pemberian nutrisi sudah banyak di media jadi memang seharusnya ketidaktahuan bisa ditanggulangi lebih awal dengan banyak membaca.
Pemilik House of Neny Mom and Baby Care ini menuturkan, selain ketidaktahuan, faktor ketidakmampuan juga mempengaruhi berat badan bayi menjadi seret atau naiknya sedikit.
"Orangtuanya tahu kebutuhan nutrisi anak, kebutuhan gizinya, komposisi, tetapi ternyata tidak mampu," ucapnya.
“Selain asupan nutrisi penyebab lain dari berat badan bayi tidak mengalami kenaikan adanya gangguan penyerapan akibat ada penyakit lain seperti anemia defisiensi besi dan jantung bawaan. Beberapa hal ini yang menghambat nutrisi yang dimakan. Nutrisi tercukupi tetapi tidak bisa diserap oleh tubuh. Selain itu, metabolisme yang meningkat seperti batuk pilek yang berulang juga salah satu faktor naik turun berat badan bayi naiknya sedikit atau seret,” ungkap wanita yang berdomisili di Magelang ini.
Dalam wawancaranya, wanita yang disapa Desi ini menerangkan bahwa ada beberapa penyakit seperti anemia yang paling banyak dihadapi anak akhir-akhir ini.
Dengan informasi yang penyebarannya semakin meluas membuat para ibu juga banyak yang aware tentang kasus anak yang mengalami anemia. Meskipun banyak yang belum paham kenapa anemia membuat penyerapan nutrisi terganggu.
Anemia diakibatkan karena kekurangan hemoglobin atau sel darah merah. Penyakit anemia defisiensi besi menyebabkan jumlah sel darah merah di dalam tubuh menjadi turun.
“Sel darah merah yang tidak cukup membuat metabolisme anak menjadi tidak optimal," ujarnya.
Sel darah merah merupakan alat transportasi yang membawa oksigen. Dimana oksigen memiliki banyak fungsi untuk badan manusia karena zat-zat penting yang disalurkan dari otak ke seluruh tubuh yang mendukung semua badan.
Sedangkan metabolisme yang optimal dibutuhkan untuk menghasilkan energi, protein dan oksigen. "Oksigen tadi dipengaruhi oleh hemoglobin atau sel darah merah. Jika sel darah merah rendah maka metabolisme terganggu," tuturnya.
Hal ini yang masih belum banyak dipahami oleh orang tua. Banyak saat ini orang tua yang masih menyepelekan anemia, karena melihat anaknya masih aktif. Sebab menurutnya, anak yang mengalami anemia badannya lemas.
Dikatakan wanita yang memiliki dua cabang usaha di Magelang ini bahwa jantung bawaan juga membuat berat badan anak seret.
Mengapa demikian? Kalau anak mengalami jantung bawaan maka ia akan gampang ngos-ngosan sehingga ketika minum Air Susu Ibu (ASI) akhirnya pelekatannya gampang lepas.
Ketika menyusu dibutuhkan tenaga karena itu gampang capek, sehingga nutrisi dan kalori yang masuk ke tubuh menjadi tidak maksimal. Hal ini membuat metabolisme menjadi terganggu dan membuat berat badan menjadi seret dan tidak maksimal.
Wanita yang berprofesi sebagai terapi tumbuh kembang anak ini menjelaskan jika ada beberapa cara mengidentifikasi berat badan bayi dengan kondisi yang sehat.
Yang paling mudah melihat buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Dalam buku KIA ini sudah ada acuan Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM). Di situ tertera batas minimal berat badan anak setiap bulannya.
“Dengan mengikuti batas KBM sudah aman. Tetapi yang perlu diwaspadai ketika dua bulan berturut-turut sudah menunjukkan adanya kenaikan yang tidak sesuai dengan KBM. Hal ini yang perlu diwaspadai. Mulai kroscek apakah faktor asupan nutrisi sudah sesuai, feeding rule sudah bagus, apakah ada yang menghambat penyerapannnya. Yang perlu dilakukan adalah dengan cara melihat ada penyakit menular lain yang bisa membuat anak bisa tertular,” ungkapnya pada Doodle Exclusive Baby Care.
Adapun risiko yang akan berakibat jika bayi mengalami berat badan naik turun adalah akan mempengaruhi perkembangan otak. Karena perkembangan otak dewasa 80 persen diproduksi hingga usia anak 2 tahun.
Untuk itu, 1000 hari pertama kehidupan sangat penting. Terkadang orangtua merasa remeh jika berat badan bayinya hanya naik sedikit demi sedikit. Padahal dampak tersebut sangat berbahaya karena bisa menyebabkan stunting, wasting atau bahkan under weight.
Kalau stunting parameternya tinggi badan menurut usia, dan tinggi badan tidak sesuai dengan teman seusianya. Bedanya dengan wasting, berat badannya lebih mungil dari teman sebayanya.
"Mungkin tingginya sama dengan teman seusianya tetapi memiliki berat badan di bawah teman sebayanya sehingga tampak lebih kurus."
Kalau dilihat kurva dari buku KIA jika stunting berat badan menurut usia di bawah minimal 2 dari standar deviasi sedangkan wasting berat badan menurut tinggi badan dibawah minimal 2 standar deviasi.
Anak-anak yang terindikasi stunting maka di masa tuanya akan mudah terkena penyakit cardio vaskuler seperti jantung, stroke dan diabetes. Karena sejak awal kehidupannya tidak seimbang dan ada gangguan metabolisme akibat kekurangan nutrisi. Pengertian stunting parameternya tinggi badan menurut usia.
Di akhir perbincangan, Desiana Trisni menutup dengan berpesan jangan menyepelekan berat badan dan tinggi badan anak. Karena hal ini yang akan mempengaruhi masa depan anak-anak.
Segera periksakan dan konsultasikan jika dua bulan berturut-turut bayi mengalami berat badan yang seret atau ada penyakit lainnya. Karena apa yang dilakukan sekarang akan menentukan masa depan anak ke depan. (*/jay)
Editor : Jay Wijayanto