Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

LA VIE EN ROSE: Akulturasi Budaya Lewat Kontes Musik Perancis

Administrator • Rabu, 17 Mei 2023 | 01:11 WIB
JELANG KONTES: Dari kiri, seniman illustrator dan komikus John G Reinhart bersama praktisi musik Paulus Chan dan Direktur IFI Surabaya Sandra Vivier dalam konferensi pers jelang digelarnya kontes musik La Vie En Rose di salah satu hotel kawasan Tunjungan,
JELANG KONTES: Dari kiri, seniman illustrator dan komikus John G Reinhart bersama praktisi musik Paulus Chan dan Direktur IFI Surabaya Sandra Vivier dalam konferensi pers jelang digelarnya kontes musik La Vie En Rose di salah satu hotel kawasan Tunjungan,
SURABAYA - Pagelaran kontes musik Prancis bakal terselenggara. Ini adalah tahun kedua agenda inisiasi Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya itu. Rencananya bakal menjaring para peserta berbakat seluruh Jawa Timur.

Direktur IFI Surabaya Sandra Vivier mengatakan, agenda ini mengadaptasi dari budaya Prancis. Namanya adalah FêteDe La Musique. Perayaan hari musik itu sudah ada sejak 1982 silam. "Acara ini dirayakan tiap tahun ketika awal musim panas atau sekitar 21 Juni. Kini menyebar ke negara-negara lain," ujarnya, Senin (15/5).

Konsepnya pun sama. Spiritnya adalah musik yang dibawakan oleh semua kalangan. Dari profesional hingga amatir. "Ini adalah wadah untuk pemusik di Jawa Timur. Karena di sini banyak bakal dan talenta yang tersembunyi," ungkapnya.

Kontes musik ini bakal digelar pada Sabtu, (24/6). Peserta wajib mengikuti audisi. Agenda ini adalah open competition. "Semua boleh ikut. Tahun pertama, peserta dari usia 12 tahun hingga 40 tahun ke atas," paparnya.

Katanya ada beberapa hal baru. Di antaranya adalah kategori pemenang, member juri, serta kolaborasi baru dengan seniman untuk identitas visual edisi 2023. Istimewanya adalah mendatangkan bintang tamu dari Prancis dan Indonesia untuk kolaborasi.

"Salah satunya adalah John G Reinhart. Seorang seniman ilustrator, komikus, dan arsitek. Selain itu penyanyi rap asal Surabaya yang sudah malang-melintang di Eropa khususnya Prancis," paparnya.

Praktisi Musik Paulus Chan bertanggung jawab sebagai juri. Dia menyebutkan, kontes kali ini terdapat beberapa kategori. Mereka membedakan antara musik klasik dan modern. "Terdapat kategori solo dan duo, baik musik modern atau klasik," jelasnya.

Menurutnya, audisi bertujuan untuk mengangkat bakat muda di bidang musik. Selain itu bentuk upaya dalam mengenalkan musik Prancis kepada anak muda. Peserta bebas menginterpretasikan satu lagu dengan sentuhan Prancis pilihan mereka.

"Contohnya mereka ingin membawakan lagu Prancis, boleh menyayikan versi Inggrisnya dan tampil secara live performance saat audisi. Tim juri akan menyaksikan dan menilai untuk memutuskan pemenangnya," imbuhnya. (hil/nur) Editor : Administrator
#konser Musik Perancis #akulturasi budaya #IFI Surabaya #La Vie En Rose