Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Danceuphoria: Kompetisi dan Ajang Silaturahmi K-Pop Dance

Administrator • Senin, 17 Oktober 2022 | 01:52 WIB
ALA KPOP: Kelompok penari tarian modern beraksi di hadapan para juri dalam dance competition yang digelar di Ciputra World Surabaya, Minggu (16/10). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
ALA KPOP: Kelompok penari tarian modern beraksi di hadapan para juri dalam dance competition yang digelar di Ciputra World Surabaya, Minggu (16/10). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Euforianya masih sama seperti terakhir digelar. Riuh sorak penonton dan antusiasme peserta. Kompetisi dance yang sudah dua tahun berhenti karena pandemi, kini telah digelar lagi.

Acara yang dimulai Jumat (14/10), lalu, diselenggarakan di Ciputra World Surabaya. Kemarin, K-Pop Dance Competition diikuti muda-mudi energik. "Ini hari terakhir ada dua genre, yakni K-Pop dance sama dua lawan dua," ujar Panitia Pelaksana Danceuphoria Al Hadid Ammash, Minggu (16/10).

Sejak dibuka, ada empat sesi, yakni warm up party. Tujuannya untuk ajang silaturahmi antar dancer luar kota dan Surabaya. Selain itu, sesi itu bertujuan untuk latihan agar tidak demam panggung. "Ada sesi yang beregu dan perorangan," imbuh Adid, sapaanya.

Sesi perorangan, dia memberikan sesi battle dance satu lawan satu untuk pemula. Sedangkan, sesi beregu ada kategori pelajar dan umum. Kategori pelajar, peserta dari SMP dan SMA, pun dibatasi maksimal 18 tahun. Sedangkan, kategori umum ada dua jenis kompetisi. Yaitu, kpop dance dan 2 on 2 dance battle. "Iya, seperti saat ini," terangnya.

Pria yang memiliki nama panggung Adid Killasmooth ini menyebutkan terdapat 10 total peserta yang mengikuti kompetisi kpop dance. Sementara, untuk yang pelajar hanya delapan tim. "32 orang yang mengikuti battle dance 1 on 1. Ada yang dari Bali dan Jember juga," paparnya.

Dia mengatakan, jumlah peserta kategori pelajar tidak sebanyak sebelum pandemi. Pria 34 tahun itu mengutarakan alasannya, yaitu, bertepatan dengan ujian tengah semester dan beberapa masih khawatir dengan pandemi. "Ini juga menjadi salah satu tantangan kita sebagai penyelenggara," katanya.

Namun, dia optimistis dengan acara yang berhasil digelar itu dapat membangkitkan semangat dancer yang lama vakum. Selain itu, menunjukkan bahwa kompetisi dance masih eksis. "Karena susah mengembalikan orang-orang sudah terlalu lama vakum di event," jelasnya.

Pria yang terjun di dunia dance sejak 2006 itu berharap melalui acara itu dapat memunculkan generasi baru. Karena, acara seperti ini mampu memberikan wadah untuk berkreasi melalui seni tari. "Bisa go internasional juga," imbuhnya. (hil/nur) Editor : Administrator
#"Mati Suri" Dua Tahun #Ajang Kompetisi K-Pop Dance #Danceuphoria