Namun yang paling banyak, adalah boneka bayi dan balita. Orang menyebutnya saat ini sebagai spirit doll. Ukurannya pun juga beragam. Mulai 30 centimeter, hingga ada pula yang berukuran 60 centimeter. Siapa sangka, boneka itu merupakan koleksi Natalia saat tinggal di Eropa.
Ya, Natalia memang menyukai boneka. Terlebih saat tinggal di Belanda. Dia kerap membeli boneka saat berkunjung ke negara-negara bermusim salju itu. Boneka itu juga tak sembarangan. Hanya diproduksi terbatas. Ada yang hanya 2.000 boneka yang disebar di seluruh dunia.
"Beberapa dari koleksi saya ini limited edition. Ada yang hanya beberapa ratus atau beberapa ribu saja di seluruh dunia. Harganya juga mahal, minim Rp 3 juta sampai ada yang Rp 50 juta," katanya.
Sedikitnya ada sekitar 300 koleksi boneka porselen milik Natalia di rumahnya. Boneka suster misalnya, dibeli saat ke Jerman. Ada pula boneka bayi dan balita yang dibeli saat ke Prancis dan Italia. Walau agak mirip, setiap negara memiliki ciri khasnya sendiri yang menjadi pembeda.
"Awalnya saja ibu rumah tangga. Saat saya di Belanda, saya beli boneka. Kok lucu. Saya punya seri mulai dari bayi sampai yang oppa-oppaan. Mulai rambut yang hitam hingga ada yang curly," bebernya.
Semua itu harus didapat dengan cara cepat. Sebab di Eropa ada pameran boneka. Jika tak segera datang, bisa-bisa ketinggalan. Uniknya, yang limited edition misalnya, lengkap dengan sertifikat, produsen dan nomor serinya. Sehingga bisa diketahui boneka yang dikoleksi merupakan produksi keberapa.
Sehingga jika boneka itu dilelang atau dijual nantinya, masih ada nilainya. Menurutnya, boneka-boneka itu bisa membuat stres dan bad mood hilang. Saat dibersihkan misalnya, Natalia akan kembali teringat dengan histori boneka tersebut. Sehingga bisa mengenang masa lalu.
"Kalau soal boneka arwah yang ramai saya enggak tahu ya. Sejak 20 tahun lalu saya koleksi ini, enggak ada yang aneh-aneh tuh. Tapi memang kalau masuk ke rumah saya ada yang takut lihat boneka saya ini," terangnya.
Salah satu boneka yang bernama Trixie misalnya, didapat dari Jerman. Harganya paling mahal walau kecil. Uniknya, mata boneka itu kristal seperti hidup. Rambutnya juga rambut manusia asli. Sepatunya terbuat dari kulit asli. Boneka itu bisa dibuat duduk, membungkuk hingga berlutut.
Tak hanya itu, saat dibawa ke Indonesia, Natalia bahkan harus menyewa satu kontainer khusus untuk koleksinya tersebut. Uniknya Natalia mencuci baju ratusan bonekanya itu dengan dilaundri. Kadang sebulan, atau dua bulan sekali.
"Rambutnya juga saya sisir pakai sisir khusus. Harus dikeringkan juga rambutnya. Agar nantinya tidak berjamur. Jadi ya mirip manusia lah," katanya. (far/nur) Editor : Administrator