Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tradisi Jadi Identitas Wilayah, Gresik Gelar Kirab Warisan Budaya Tak Benda

Yudhi Dwi Anggoro • Selasa, 17 Maret 2026 | 23:17 WIB
Kirab Budaya Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) di Gresik digelar sebagai pembuka tradisi Pasar Bandeng 2026. (IST/RADAR GRESIK) 
Kirab Budaya Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) di Gresik digelar sebagai pembuka tradisi Pasar Bandeng 2026. (IST/RADAR GRESIK) 

RADAR SURABAYA - Suasana pusat Kota Gresik pada Senin (16/3) sore berubah semarak dengan digelarnya Kirab Budaya Warisan Budaya Tak Benda (WBTb).

Agenda ini menjadi pembuka rangkaian tradisi Pasar Bandeng, yang telah lama menjadi identitas khas masyarakat Kota Pudak.

Kirab berlangsung khidmat sekaligus meriah, menampilkan berbagai tradisi Gresik yang telah diakui sebagai WBTb oleh Kementerian Kebudayaan RI. 

Baca Juga: Penitipan Hewan di Surabaya Ramai Jelang Lebaran, Pemilik Tak Perlu Khawatir Bisa Pantau Melalui HP

Barisan pawai memamerkan simbol-simbol budaya seperti Malem Selawe, Rebo Wekasan Desa Suci, Kupat Keteg, Pencak Macan, hingga tradisi ikonik Pasar Bandeng. 

Rute kirab dimulai dari Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Pahlawan, melewati Jalan Wachid Hasyim, dan berakhir di Alun-Alun Pendopo Gresik.

Kemeriahan semakin terasa saat panitia memba gikan sekitar 1.000 ekor bandeng segar melalui tradisi udik-udikan, serta gunungan hasil bumi berupa sayuran dan buah yang dibagikan gratis kepada masyarakat. 

Baca Juga: Banjir Gresik Lumpuhkan Jalan Poros Driyorejo, Polisi dan Damkar Evakuasi Kendaraan Terjebak

Kehadiran bandeng dalam arak-arakan menjadi simbol kemakmuran sekaligus kebanggaan ekonomi lokal.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton.

“Ditetapkannya WBTb merupakan tonggak penting dalam melindungi dan menghargai kekayaan budaya Gresik. Tradisi ini harus kita wariskan kepada generasi penerus agar tetap menjadi cermin identitas kita semua,” ujar Gus Yani dalam sambutannya.

Baca Juga: Ledakan Masjid Raya Pesona Jember, Polda Jatim Temukan Bahan Kimia di Lokasi

Gus Yani menambahkan bahwa penetapan tradisi Kupat Keteg, Rebo Wekasan, hingga Pencak Macan sebagai WBTb nasional adalah bukti nyata kearifan lokal masyarakat Gresik yang diakui negara. 

Khusus mengenai Pasar Bandeng, ia menekankan peran tradisi ini sebagai penggerak ekonomi rakyat sejak era Sunan Giri. 

“Saat Lebaran, masyarakat Gresik tidak membuat opor ayam tapi masak bandeng sebagai ciri khas. Bandeng ya Gresik, Gresik ya Bandeng,” pungkasnya.

Sebagai pelengkap kemeriahan, panitia juga menyiapkan 2.000 porsi bandeng siap saji lengkap dengan nasi yang akan dibagikan gratis pada puncak acara Kontes Bandeng Kawak 2026. 

Langkah ini diharapkan semakin mempererat solidaritas warga sekaligus memperkenalkan kuliner khas daerah kepada generasi muda. (*)

Editor : Nurista Purnamasari
#identitas #warisan budaya #tradisi #budaya #gresik