Banjir Gresik Lumpuhkan Jalan Poros Driyorejo, Polisi dan Damkar Evakuasi Kendaraan Terjebak

RADAR SURABAYA - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gresik bagian selatan pada Senin (16/3) malam memicu banjir parah di Kecamatan Driyorejo.
Jalan poros strategis yang menghubungkan Desa Driyorejo dan Desa Sumput terendam air hingga setinggi 60 sentimeter. Kondisi ini membuat arus lalu lintas lumpuh total dan menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna jalan.
Luapan air terjadi setelah hujan mengguyur selama tiga jam, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.
Baca Juga: Penitipan Hewan di Surabaya Ramai Jelang Lebaran, Pemilik Tak Perlu Khawatir Bisa Pantau Melalui HP
Debit air besar kiriman dari Desa Sumput, Tanjungan, dan Mojosarirejo membuat saluran gorong-gorong menuju Kali Afur atau Kali Tengah tidak mampu menampung volume air. Akibatnya, genangan meluas hingga dua kilometer di sepanjang jalan poros.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, menjelaskan bahwa ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter.
“Debit air yang tinggi dari desa-desa sekitar membuat saluran air meluap hingga menggenangi jalan poros penghubung Desa Driyorejo dengan Desa Sumput. Ketinggian air mencapai 60 sentimeter sehingga sangat mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya saat memantau situasi, Selasa (17/3).
Karena genangan cukup dalam dan arus air kuat, kendaraan besar seperti truk dan tronton, mobil pribadi, hingga sepeda motor dilarang melintas.
Polisi bersama pihak terkait disiagakan di lokasi untuk memberikan imbauan serta mengarahkan pengendara menggunakan jalur alternatif yang lebih aman. Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di titik banjir.
Kompol Musihram menegaskan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
“Anggota kami tetap berjaga di lokasi guna memastikan keamanan masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas. Kami imbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” pungkasnya.



