GRESIK - Sejumlah guru di SMAN 1 Kebomas panik, Senin (23/9). Penyebabnya, beberapa siswa tiba-tiba mengamuk dan berteriak saat jam pelajaran berlangsung. Belakangan diketahui, mereka tengah kesurupan.
Kejadian itu direspon cepat oleh guru dengan membawa siswa ini ke ruangan BK (Bimbingan Konseling) dan UKS (Unit Kesehatan Sekolah).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kesurupan massal tersebut terjadi sekitar jam 08.00. Saat itu siswa usai menggelar upacara hari Senin dan siap mengikuti pelajaran di jam pertama.
Saat proses belajar mengajar berlangsung, tiba-tiba ada murid yang mengamuk dengan berteriak-teriak.
Kondisi yang sama juga dialami siswa lain dari kelas yang berbeda. Hal ini membuat proses belajar dihentikan. Mereka yang kesurupan lantas dibawa ke ruang BK dan UKS sekolah. Kemudian sejumlah guru membacakan mereka doa-doa.
“Kejadian ini hampir setiap hari. Pasti ada satu atau dua anak yang kerasukan saat jam pelajaran,” ungkap salah satu siswa SMAN Kebomas.
Siswa yang enggan menyebutkan namanya itu, mengatakan kebanyakan mereka yang kerasukan adalah perempuan. Ada yang tiba-tiba pingsan, ada juga yang berteriak.
“Ya kayak ngelantur gitu. Ada yang mengatakan (siswa kerasukan) karena sekolah kita kotor, ada juga di antara kami yang sering bercanda,” terangnya.
Saat dikonfirmasi Wakil Kepala Humas SMAN Kebomas Wahyu Hari Pramuji tak menampik adanya kejadian itu.
Menurutnya sejak sejak 13 tahun sekolah itu berdiri, peristiwa kesurupan baru terjadi sebulan terakhir. “Sebelumnya tak pernah. Ya baru akhi-akhir ini saja,” ungkapnya.
Dikatakannya, pihaknya berusaha mencari solusi terkait hal itu. Selain mengimbau siswa untuk selalu tertib dan menjaga diri pihaknya juga menerapkan aturan jika sekolah harus kosong ketika jam 17.00.
Hal ini dilakukan untuk menetralisir dan langkah antisipasi. “Kesurupan ini tak mengenal waktu, bisa pagi, siang atau sore hari,” terangnya.
Kesurupan banyak, hanya saja tak bersamaan. Melainkan bergiliran. Satu anak sudah sembuh pindah ke yang lainnya.
“Kalau dikatakan menganggu, ya mengganggu. Sebab secara tidak langsung proses mengajar juga tak maksimal. Untuk itu kami masih mencari solusi terkait peristiwa itu,” pungkasnya. (yua/han)
Editor : Administrator