RADAR SURABAYA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen PGN dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, transparan, dan berintegritas di tengah tantangan industri energi yang semakin kompleks.
Penghargaan yang diselenggarakan Warta Ekonomi pada 30 Juni 2026 itu menobatkan PGN sebagai penerima Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in Supporting National Energy Diversification and Transition – Oil and Gas Category.
PGN dinilai konsisten menerapkan prinsip GCG di tengah ketidakpastian ekonomi global serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Baca Juga: Perluas Akses Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7,00%
Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan bisnis secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.
"Penghargaan ini merupakan hasil dari konsistensi PGN dalam menjalankan roda bisnis secara berintegritas dan transparan.
Tahun 2026 membawa lanskap bisnis baru akibat fragmentasi geopolitik global maupun perkembangan AI yang berpotensi mendisrupsi operasional perusahaan," ujar Eri dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7).
Menurut dia, PGN merespons tantangan tersebut dengan memperkuat keamanan data, meningkatkan akuntabilitas penggunaan teknologi,
serta mengembangkan kompetensi digital karyawan tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip GCG.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN memandang tata kelola perusahaan yang baik menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan,
mulai dari risiko geopolitik, perubahan regulasi, hingga pesatnya transformasi digital.
Dalam mendukung transformasi digital, PGN terus mengintegrasikan teknologi AI, analitik data, dan berbagai inovasi digital ke dalam proses bisnis maupun layanan pelanggan.
Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat sistem keamanan siber melalui aspek People, Process, dan Technology, serta meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan komunikasi (ICT).
PGN menyebut digitalisasi kini telah diterapkan di seluruh rantai bisnis, mulai dari operasi dan pemeliharaan aset, pengoperasian jaringan gas, hingga layanan pelanggan.
Pada 2026, sistem keamanan siber PGN diklaim telah mencapai tingkat keamanan 100 persen untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi perusahaan.
Selain memperkuat aspek digital, PGN juga terus mengembangkan konsep Future-Ready Governance agar setiap inovasi dan aktivitas operasional berjalan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari benturan kepentingan.
Komitmen terhadap tata kelola perusahaan juga diwujudkan melalui pengembangan proyek-proyek ramah lingkungan.
PGN terus memperluas jaringan pipa gas bumi, mengoptimalkan infrastruktur LNG, serta mengembangkan bisnis biomethane sebagai bagian dari strategi menuju bisnis rendah karbon (low carbon business).
Eri menegaskan penerapan GCG yang berkelanjutan menjadi modal penting bagi PGN untuk meningkatkan daya saing di
tingkat global sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan menghadapi dinamika industri energi.
"PGN berkomitmen untuk terus mempertahankan standar etika bisnis tertinggi demi mendorong pertumbuhan perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas dalam memberikan layanan gas bumi bagi masyarakat Indonesia," katanya.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan