Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Dorong Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pelaku UMKM

M Firman Syah • Minggu, 7 Juni 2026 | 13:35 WIB
Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM tercatat telah memanfaatkan platform untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta mempercepat proses transformasi UMKM agar naik kelas.
Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM tercatat telah memanfaatkan platform untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta mempercepat proses transformasi UMKM agar naik kelas.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempertegas komitmennya dalam mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform LinkUMKM. Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM tercatat telah memanfaatkan platform tersebut untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta mempercepat proses transformasi UMKM agar naik kelas.

Seiring perkembangannya, LinkUMKM kini hadir sebagai platform pelatihan digital yang dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM di berbagai daerah. Platform ini menyediakan enam fitur utama beserta berbagai fasilitas pendukung, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan registrasi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, LinkUMKM hadir untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam memperoleh akses informasi pasar sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden untuk membangun ekonomi yang mandiri dan memperkuat sektor UMKM nasional.

“Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha berkesempatan mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnisnya. LinkUMKM juga dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, LinkUMKM telah dilengkapi berbagai fitur terintegrasi untuk mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha. Melalui platform ini, UMKM dapat mengikuti pelatihan secara daring dengan materi yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan tepat sasaran.

Salah satu fitur unggulan yang tersedia adalah UMKM Smart yang memberikan rekomendasi pengembangan usaha secara spesifik berdasarkan hasil penilaian mandiri pelaku usaha. Selain itu, terdapat fitur Self-Assessment Naik Kelas yang membantu pelaku usaha mengidentifikasi kapasitas bisnis melalui sistem skoring digital.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, pengguna akan memperoleh rekomendasi pelatihan yang disesuaikan dengan kategori usaha, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, hingga modern.

Untuk memperkuat proses pembelajaran, LinkUMKM juga menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan yang mencakup pengembangan kompetensi teknis maupun nonteknis. Materi tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha menjalankan bisnis secara lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan.

“Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar membantu pelaku usaha memahami posisi dan potensi bisnisnya. Dengan pendekatan digital ini, setiap pengusaha bisa belajar dan berkembang sesuai kapasitasnya,” ujar Akhmad.

Ke depan, BRI akan terus memperluas dukungan bagi pelaku UMKM melalui penyediaan akses pembelajaran, pendampingan, hingga akses pasar yang terhubung dalam satu ekosistem. Melalui penguatan ekosistem digital dan program pemberdayaan yang terintegrasi, BRI berkomitmen mendorong UMKM agar semakin adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Informasi lebih lanjut mengenai program pemberdayaan UMKM terpadu BRI dapat diakses melalui LinkUMKM BRI.

Manfaat LinkUMKM juga telah dirasakan oleh pelaku usaha di berbagai daerah. Salah satunya Shinta Paramarti, pemilik KainIndonesia.co asal Jakarta Timur yang menjadikan kain tradisional sebagai fondasi utama produk usahanya.

Seiring perkembangan bisnis, KainIndonesia.co memasarkan produknya melalui berbagai kanal, mulai dari toko offline, marketplace, hingga social commerce dengan jangkauan pasar dari tingkat lokal hingga ekspor. Melalui LinkUMKM, usaha tersebut memperoleh akses pembelajaran yang membantu memperkuat pengelolaan bisnis sekaligus memperluas jaringan usaha.

“Di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya. Pelaku usaha tentunya sangat terbantu dalam pengelolaan bisnis untuk berkembang,” tegasnya.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #BRILink