Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Siantar Top Optimistis Raih Pertumbuhan Double Digit pada 2026, Perkuat Ekspor dan Pasar Domestik

Moh. Afik • Jumat, 5 Juni 2026 | 22:40 WIB
PERLUAS EKSPOR: Armin (kiri) bersama Suwanto menunjukan beberap produk unggulan Siantar Top Tbk untuk memperkuat pasar domestik dan ekspor yang ditargetkan tumbuh double digit tahun 2026. (M. Afiq Firdaus/Radar Surabaya)
PERLUAS EKSPOR: Armin (kiri) bersama Suwanto menunjukan beberap produk unggulan Siantar Top Tbk untuk memperkuat pasar domestik dan ekspor yang ditargetkan tumbuh double digit tahun 2026. (M. Afiq Firdaus/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – PT Siantar Top Tbk (STTP) tetap optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis dua digit (double digit) sepanjang 2026 meskipun dunia usaha masih menghadapi berbagai tantangan akibat gejolak ekonomi global.

 Produsen makanan ringan nasional tersebut mengandalkan penguatan pasar ekspor dan domestik sebagai strategi utama untuk menjaga kinerja dan meningkatkan penjualan.

Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Armin, mengatakan bahwa kondisi perekonomian global saat ini masih dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

 Situasi tersebut berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.

Kenaikan harga bahan baku seperti tepung, minyak goreng, dan plastik kemasan menyebabkan biaya produksi perusahaan meningkat hingga sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat perseroan mengubah target bisnis yang telah ditetapkan sejak awal tahun.

"Hingga saat ini perseroan belum melakukan revisi terhadap target bisnis yang telah ditetapkan. Kinerja perusahaan pada awal tahun masih berada pada jalur yang positif, terutama didorong oleh pertumbuhan pasar ekspor," ujar Armin, Jumat (5/6).

Baca Juga: Timnas Indonesia Menggila! Bantai Oman 3-0, Emil Audero Gagalkan Penalti

Kinerja Siantar Top Terus Tumbuh

Optimisme tersebut tidak lepas dari capaian kinerja perusahaan yang terus menunjukkan tren positif.

Sepanjang 2025, Siantar Top berhasil membukukan penjualan sebesar Rp5,24 triliun atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,96 triliun.

Tidak hanya penjualan, laba bersih perusahaan juga menunjukkan performa yang solid dengan mencapai Rp1,18 triliun.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi bisnis pada tahun ini.

Memasuki 2026, tren pertumbuhan masih berlanjut. Hingga Mei 2026, penjualan perusahaan tercatat tumbuh lebih dari lima persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Manajemen meyakini pertumbuhan tersebut akan semakin meningkat pada semester kedua sehingga target pertumbuhan dua digit, baik dari sisi penjualan maupun laba bersih, dapat tercapai hingga akhir tahun.

Belum Naikkan Harga Produk

Di tengah meningkatnya biaya produksi, Siantar Top memilih untuk tidak terburu-buru menaikkan harga jual produk.

 Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.

Menurut Armin, perusahaan akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan biaya produksi dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian harga.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Hi-VITS, Sistem Pintar yang Bisa Cegah Kebakaran dari Instalasi Listrik

"Untuk menjaga daya beli konsumen, kami masih belum menaikkan harga jual. Penyesuaian harga akan dilakukan secara sangat selektif.

Selama masih memungkinkan, kami akan mempertahankan harga agar tetap terjangkau bagi konsumen," katanya.

Kebijakan mempertahankan harga tersebut juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga loyalitas konsumen sekaligus mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat.

Perluas Pasokan Bahan Baku dari ASEAN

Sementara itu, Direktur PT Siantar Top Tbk, Suwanto, menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menjaga profitabilitas.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperluas sumber pasokan bahan baku dari negara-negara ASEAN.

 Langkah ini dinilai mampu memberikan keuntungan dari sisi harga yang lebih kompetitif sekaligus menekan biaya logistik.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan efisiensi distribusi dengan mengoptimalkan kapasitas muatan pada setiap pengiriman.

Upaya tersebut membantu mengurangi beban biaya transportasi yang meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar dan ongkos logistik global.

Kontribusi Ekspor Meningkat

Di tengah tantangan ekonomi global, pasar ekspor justru menjadi salah satu motor pertumbuhan Siantar Top.

Saat ini kontribusi ekspor mencapai 20 persen dari total penjualan perusahaan, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di level 18,9 persen.

Menurut Suwanto, selain pasar Asia, perusahaan juga terus memperkuat ekspor ke kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pasar potensial bagi produk-produk Siantar Top.

Meski demikian, kondisi geopolitik yang memanas di kawasan tersebut turut berdampak pada aktivitas pengiriman barang.

Ketersediaan kapal menjadi lebih terbatas dan sejumlah rute pelayaran harus menempuh jalur yang lebih panjang sehingga biaya distribusi meningkat.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, perusahaan terus berkoordinasi dengan para distributor guna memastikan ketersediaan produk tetap terjaga di seluruh pasar tujuan ekspor.

Bidik Amerika Serikat dan Kanada

Tidak hanya mengandalkan pasar yang sudah ada, Siantar Top juga memperluas jangkauan ekspor ke kawasan Amerika Utara, termasuk Amerika Serikat dan Kanada.

Ekspansi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar agar perusahaan tidak bergantung pada satu kawasan tertentu.

Dengan semakin luasnya pasar ekspor, perusahaan berharap mampu menjaga stabilitas pertumbuhan meskipun terjadi gejolak ekonomi di wilayah tertentu.

Suwanto menilai pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 menjadi bekal penting bagi perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini.

"Kami sudah memiliki pengalaman saat pandemi Covid-19. Dengan kombinasi strategi efisiensi, diversifikasi pasar, dan penguatan ekspor, kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan sekaligus mempertahankan margin pada level yang sehat sepanjang 2026," tutupnya.(fix) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pt siantar top tbk #Produsen makanan ringan #STTP #suwanto #armin