Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terlemah Sepanjang Negara Berdiri, Kamis Pagi Kurs Rupiah Ambrol Rp 18.015

M Firman Syah • Kamis, 4 Juni 2026 | 08:12 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dollar terus melemah.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar terus melemah.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akhirnya menembus level psikologis Rp18.000 pada perdagangan Kamis (4/6). Rupiah dibuka di kisaran Rp18.015 per dolar AS, mempertegas tekanan yang masih membayangi pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.

Pelemahan rupiah terjadi seiring berlanjutnya penguatan dolar AS yang didorong tingginya permintaan terhadap aset safe haven. Ketegangan geopolitik, arus keluar modal dari negara berkembang, serta meningkatnya kebutuhan valuta asing di dalam negeri menjadi faktor yang terus menekan mata uang Garuda.

Di tengah gejolak tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap meningkatkan koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) apabila diperlukan untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah. Namun, ia menegaskan kewenangan utama menjaga kurs tetap berada di tangan Bank Indonesia.

“Itu kan yurisdiksi bank sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Kami lakukan rapat berkala secara normal saja. Tapi, kalau kami melihat ada koordinasi yang bisa ditingkatkan sehingga memperbaiki nilai tukar, kami akan lakukan,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Jakarta.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Berbagai isu dan spekulasi yang beredar di pasar dinilai ikut memperburuk persepsi terhadap rupiah.

“Kalau kita lihat, kan tiba-tiba saja pelemahannya satu-dua hari ini, karena ada isu macam-macam di pasar. Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress test kalau Rp18.000 lebih, padahal saya pernah isu seperti itu. Jadi, banyak isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif,” jelas Menkeu.

Purbaya menegaskan fokus pemerintah saat ini tetap menjaga laju pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Menurutnya, kekuatan fundamental ekonomi akan menjadi penentu utama stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang.

“Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Untuk saya fokusnya di situ,” tutur Purbaya.

Sementara itu, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk meredam tekanan terhadap rupiah. Sebagai bagian dari upaya stabilisasi, sejak 2 Juni 2026 BI memberlakukan ketentuan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying sebesar 25.000 dolar AS per pelaku per bulan.

Selain itu, BI terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

Tembusnya level Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian serius pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan biaya impor, memperbesar tekanan biaya produksi, serta memicu kenaikan harga sejumlah komoditas yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi ujian bagi efektivitas koordinasi kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global yang masih berlangsung.

Editor : M Firman Syah
#Menkeu #kurs #dollar #Purbaya #rupiah