RADAR SURABAYA – Produksi padi Jawa Timur diproyeksikan meningkat sekitar 5 persen pada 2026.
Kenaikan tersebut diyakini semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus penopang utama ketahanan pangan Indonesia.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 4 Mei 2026, potensi produksi padi Jawa Timur pada periode Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Jumlah itu naik sekitar 5,28 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan peningkatan produksi tersebut menjadi bukti sektor pertanian Jawa Timur tetap tangguh menghadapi perubahan iklim dan tekanan ekonomi global.
“Ini artinya produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah berbagai tantangan global dan perubahan iklim.
Insyaallah Jatim tetap menjadi tumpuan program ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” ujar Khofifah saat memimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5).
Baca Juga: 139 Perlintasan Liar di Wilayah KAI Daop 8 Surabaya Ditutup, Langkah Tekan Kecelakaan Kereta Api
Jawa Timur Jadi Penopang Ketahanan Pangan Nasional
Khofifah menegaskan Jawa Timur tidak hanya fokus menjaga ketahanan pangan daerah, tetapi juga mendorong terwujudnya kedaulatan pangan nasional berkelanjutan.
Menurutnya, sektor pangan memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, pertahanan, hingga keamanan nasional.
“Tidak sekadar memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan,” tegasnya.
Data Angka Tetap BPS Tahun 2025 menunjukkan Jawa Timur mencatat luas panen sebesar 1,84 juta hektare dengan total produksi mencapai 10,44 juta ton GKG.
Angka tersebut meningkat 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9,77 juta ton GKG.
Dengan capaian tersebut, Pemprov Jatim optimistis surplus padi dan beras masih akan terjaga hingga tahun depan. Bahkan, kondisi itu dinilai membuka peluang ekspor beras ke pasar internasional.
Modernisasi Pertanian Jadi Kunci Peningkatan Produksi
Untuk menjaga tren kenaikan produksi padi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).
Baca Juga: Dekan Fakultas Psikologi Unesa Sebut Gen Z Rentan Kesepian Bisa Berujung Depresi
Penggunaan teknologi modern seperti transplanter, rotavator, drone sprayer, hingga combine harvester dinilai mampu meningkatkan efisiensi pertanian sekaligus menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.
“Saya rasa teknologi pertanian modern ini sangat ramah bagi anak muda sehingga mereka tidak semuanya pergi ke kota, tetapi juga ikut memperkuat sektor pertanian,” kata Khofifah.
Selain modernisasi alsintan, Pemprov Jatim juga menjalankan berbagai strategi lain, mulai penggunaan benih unggul tahan kekeringan, penguatan sistem irigasi melalui pompanisasi, rehabilitasi jaringan tersier, hingga penerapan pola tanam adaptif berbasis mitigasi perubahan iklim.
Produksi Padi Jatim Ditarget Tetap Stabil
Pelaksana Harian Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah, menyebut Jawa Timur menjadi salah satu daerah utama penopang target produksi pangan nasional.
Pemerintah pusat menargetkan luas tanam nasional mencapai 16 juta hektare dalam setahun. Hingga Mei 2026, Jawa Timur telah menyumbang sekitar 238 ribu hektare luas tanam.
“Mengacu data BPS, semester I Januari–Juni 2026 diprediksi produksi padi Jawa Timur meningkat sekitar 5 persen dibandingkan 2025.
Namun, tetap harus dimitigasi agar tidak terjadi puso akibat organisme pengganggu tanaman maupun kekeringan,” jelas Tin Latifah.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan kesiapan daerahnya mendukung program ketahanan pangan nasional. Kabupaten Madiun menjadi salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Timur.
Pada 2025, Kabupaten Madiun mencatat luas panen mencapai 82.826 hektare dengan produksi sekitar 480 ribu ton GKG dan produktivitas rata-rata 5,80 ton per hektare.
“Kabupaten Madiun siap menjadi garda terdepan dalam menjaga surplus beras di Jawa Timur,” kata Hari.(mus)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan