RADAR SURABAYA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mempercepat ekspansi pasar global setelah merampungkan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur, senilai Rp1,4 triliun.
Langkah ini menjadi strategi utama SIG untuk meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus menjawab tantangan kelebihan kapasitas produksi semen di pasar domestik.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa proyek tersebut akan memperkuat daya saing perusahaan di pasar internasional.
“Selain memperluas penetrasi pasar ekspor bernilai tinggi, keunggulan portofolio ini juga memperkuat posisi SIG di kancah industri global,” ujar Indrieffouny dikutip dari Antara.
Dermaga Modern Dorong Kapasitas Ekspor
Rampungnya proyek ditandai dengan penerbitan Taking Over Certificate (TOC), yang menyatakan fasilitas telah memenuhi standar teknis, keselamatan, dan siap beroperasi penuh.
Baca Juga: Inter Milan Resmi Juara Liga Italia 2026 Usai Kalahkan Parma 2-0
SIG meningkatkan kapasitas dermaga dari 15.000 deadweight tonnage (DWT) menjadi 50.000 DWT.
Selain itu, perusahaan juga membangun jetty trestle dan jetty platform baru yang terintegrasi dengan fasilitas lama.
Tak hanya itu, fasilitas ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam turut mempercepat proses bongkar muat untuk kebutuhan ekspor.
Infrastruktur Terintegrasi Perkuat Logistik
Untuk mendukung efisiensi distribusi, SIG mengembangkan sistem logistik terintegrasi berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer.
Perusahaan juga menghadirkan fasilitas penyimpanan modern, meliputi:
Blending silo berkapasitas 8.000 ton
Clinker silo berkapasitas 15.000 ton
Dua cement silo masing-masing berkapasitas 18.000 ton
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, fasilitas di Tuban mampu menopang kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun.
Baca Juga: Surabaya Jadi Motor Program Perumahan Nasional, Menteri PKP Apresiasi Sinergi Gotong Royong
Kolaborasi Global Jadi Kunci Ekspansi
Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama strategis SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan Taiheiyo Cement Corporation.
Pembangunan juga melibatkan PT Hutama Karya sebagai kontraktor utama.
SIG optimistis, kolaborasi global dan kesiapan infrastruktur akan menjadikan ekspor sebagai motor pertumbuhan baru perusahaan.
Selain itu, langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri konstruksi global.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan