Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Inspiratif! Driver Pesan-Antar Makanan Kuliah di Usia 51 Tahun, Sekaligus Biayai Pendidikan Dua Anak

M Firman Syah • Jumat, 1 Mei 2026 | 08:44 WIB
Driver pesan antar makanan online, Solati yang menginspirasi.
Driver pesan antar makanan online, Solati yang menginspirasi.

RADAR SURABAYA - Pagi di sudut Jakarta belum sepenuhnya ramai ketika Solati sudah bersiap. Ponsel di tangan, jaket kerja dikenakan, dan satu per satu pesanan mulai masuk.

Di usia 51 tahun, perempuan yang akrab disapa Mpok Ati ini menjalani hari dengan ritme yang mungkin tak lagi lazim bagi sebagian orang seusianya yakni bekerja sebagai driver pesan-antar makanan, kuliah, hingga aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Bagi Solati, diam di rumah justru terasa lebih mengkhawatirkan daripada sibuk di jalan.

"Saya merasa was-was kalau hanya di rumah saja. Buat saya, dengan bekerja sebagai driver, saya juga bisa menambah penghasilan untuk keluarga di rumah,” ujarnya.

Keputusan menjadi driver online sejak 2021 bukan tanpa tantangan. Kekhawatiran datang dari orang-orang terdekat, terutama soal kondisi fisik dan waktu untuk keluarga. Namun, seiring waktu, keraguan itu perlahan luruh oleh konsistensi yang ia tunjukkan.

“Ya, pasti ada saja yang tidak setuju. Mungkin karena usia saya yang tidak lagi muda, jadi mereka khawatir. Tapi setelah dijalani, alhamdulillah semuanya berjalan lancar, dan keluarga saya juga punya tambahan pemasukan,” tambah perempuan yang tetap menyelipkan senyum di tengah cerita kesehariannya.

Dari balik kemudi, Solati tidak hanya mengejar penghasilan harian. Ia juga sedang menempuh perjalanan panjang lain: pendidikan. Di sela waktu bekerja, ia tercatat sebagai mahasiswa aktif Fakultas Hukum Universitas Terbuka Jakarta. Sesuatu yang dulu sempat tertunda karena keterbatasan ekonomi, kini justru menjadi bagian penting dari fase hidupnya.

“Dulu saya tidak bisa berkuliah karena keterbatasan finansial keluarga. Sekarang, alhamdulillah, saya mendapat kesempatan menjadi mahasiswa meski di usia yang tidak lagi muda. Bagi saya, umur bukan masalah, selama niat kita tulus untuk menuntut ilmu dan meningkatkan kualitas diri,” pungkasnya.

Perjalanan itu tidak berhenti pada diri sendiri. Dari penghasilannya, Solati juga mampu mengantarkan kedua anaknya mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Sebuah capaian yang ia pandang bukan sekadar keberhasilan finansial, tetapi juga bentuk tanggung jawab sebagai orang tua.

Di luar pekerjaan dan kuliah, waktu Solati juga banyak tercurah untuk sesama. Ia aktif sebagai kader paliatif di Yayasan Kanker Indonesia, mendampingi pasien di rumah sakit mulai dari membantu proses administrasi hingga memastikan pengobatan berjalan lancar. Kehadirannya menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit.

Tak hanya itu, ia juga menjadi relawan Taruna Siaga Bencana. Ketika bencana datang, Solati turun langsung ke lapangan, membantu di dapur umum hingga mengatur distribusi bantuan. Baginya, membantu orang lain bukan soal seberapa besar yang diberikan, tetapi seberapa tulus kehadiran itu dirasakan.

Kesibukan yang padat justru ia anggap sebagai ruang bertumbuh. Perannya sebagai driver online, menurutnya, memberi fleksibilitas sekaligus lingkungan yang mendukung berbagai aktivitas yang ia jalani.

“Alhamdulillah, dengan bekerja di ShopeeFood saya bisa menemukan lingkungan kerja yang suportif dengan berbagai kegiatan saya,” ujar Solati.

Di tengah laju kendaraan dan padatnya aktivitas, Solati menemukan makna yang lebih dalam tentang hidup. Bahwa bekerja bukan hanya soal penghasilan, belajar bukan hanya soal gelar, dan mengabdi bukan hanya soal waktu luang.

“Kalau saya belum bisa membantu dengan materi, saya percaya tenaga dan waktu yang saya punya tetap bisa berarti. Yang penting kita mau hadir dan melakukan yang kita bisa untuk sesama,” tutup Solati.

Editor : M Firman Syah
#pendidikan #inspiratif #kuliah #driver