Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terdampak Perang Iran-Amerika, Sekar Laut Cari Pasar Ekspor Baru di Asia dan Afrika 

Moh. Afik • Selasa, 28 April 2026 | 20:22 WIB
Pasar Baru: Dari Kiri, Jimmy Herlambang, John C Gozal dan Welly Gunawan menjelaskan beberapa produk unggulan PT Sekar Laut untuk memperkuat pasar domestik dan ekspor yang mulai dipasarkan. (Istimewa)
Pasar Baru: Dari Kiri, Jimmy Herlambang, John C Gozal dan Welly Gunawan menjelaskan beberapa produk unggulan PT Sekar Laut untuk memperkuat pasar domestik dan ekspor yang mulai dipasarkan. (Istimewa)

RADAR SURABAYA - Pasar ekspor PT Sekar Laut Tbk, produsen makanan olahan dan bumbu makanan, menghadapi tekanan akibat geopolitik di Timur Tengah akibat perang Iran–Amerika dan Israel. Karena itu, emiten berkode SKLT ini mencari pasar ekspor baru. 

Corporate Secretary, Jimmy Herlambang, mengungkapkan, meskipun kontribusi ekspor ke kawasan tersebut relatif kecil terhadap total pendapatan, gangguan distribusi tetap berdampak pada volume pengiriman di awal 2026. 

“Untuk itu, Perusahaan sedang menjajaki negara tujuan ekspor baru di Asia seperti China, Taiwan dan juga Afrika. Hal ini agar penurunan ekspor ke Timur Tengah bisa tertutupi,” ujar Jimmy, Selasa (28/4).

Baca Juga: Audiensi dengan Duta Besar Saudi Arabia, Gubernur Khofifah Jajaki Kerja Sama Strategis 

Ia menambahkan, selama ini pihaknya sudah melakukan penjajakan pasar disana. Pihaknya juga telah mengikuti berbagai pameran dagang. 

Dan ada beberapa buyer yang tertarik. Diversifikasi pasar ini dinilai menjadi langkah strategis di tengah ketidakpastian global. 

“Kami mencari pasar ekspor yang tidak terdampak perang. Dengan diversifikasi ini kami berharap, pasar ekspor tetap ada pertumbuhan tahun ini. Selama ini pasar ekspor berkontribusi 15 persen dari total pendapatan perusahaan,” tambahnya.

Baca Juga: Ekspansi Pasar Ekspor, Sekar Laut Optimistis Tahun Ini Penjualan Tumbuh 20 Persen

Sementara untuk pasar di dalam negeri, pihaknya terus memperkuat distribusinya sehingga produknya bisa menjangkau semua daerah di Indonesia. 

Kapasitas produksi juga akan ditambah terutama produk krupuk dan sambal karena demandnya terus meningkat.

“Kami juga melakukan peremajaan mesin produksi untuk meningkatkan efisiensi. Dengan strategi tersebut, kami tetap yakin tahun ini bisa mencapai pertumbuhan pendapatan 10 persen. Sedangkan laba bersih kami harapkan akan tumbuh 20 persen,” ungkapnya. 

Baca Juga: Arema FC vs Persebaya 0-4: Rivera Bersinar, Persebaya Bikin Arema FC Remuk Redam

Sementara kinerja 2025, dia mengaku hasilnya positif. Pendapatan perseroan tercatat tumbuh 16 persen secara tahunan menjadi Rp 2,65 triliun dengan laba bersih meningkat 6 persen. Pencapaian tersebut ditopang oleh ekspansi jaringan distribusi dan inovasi produk.

“Gejolak harga bahan baku dan keterbatasan pasokan juga menjadi tantangan tersendiri yang berdampak pada kenaikan biaya produksi. Makanya, harga juga kami naikan,” ujarnya. 

Sementara itu, Direktur PT Sekar Laut, John C. Gozal menyampaikan bahwa total aset perusahaan pada 2025 meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan aset lancar sebesar 10 persen serta lonjakan aset tetap hingga 28 persen.

Dari sisi liabilitas, total kewajiban perseroan tercatat naik menjadi Rp 816 miliar dari Rp 607 miliar pada 2024, terutama dipicu oleh peningkatan kewajiban jangka panjang yang mencapai 77 persen seiring kebutuhan investasi. 

Baca Juga: Jatim Tancap Gas! Target Juara Umum di Kejurnas Loncat Indah 2026

“Kami akan terus mengandalkan inovasi produk dan perluasan pasar sebagai strategi utama untuk menjaga pertumbuhan Perseroan,” tutup John Gozal. (fix)

Editor : Nurista Purnamasari
#produsen makanan olahan #ekspor #perdagangan #Konflik Geopolitik #sekar laut