RADAR SURABAYA - Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Surabaya, seperti di Pasar Dukuh Kupang, terus mengalami kenaikan signifikan dalam tiga pekan terakhir.
Kondisi ini membuat para pedagang dan pembeli kelimpungan lantaran harga melambung tinggi hingga melewati batas Harga Eceran Tertinggi (HET), ditambah stok yang mulai langka.
Kondisi pasar terlihat ramai namun penuh keluhan pada Senin (20/4) pagi. Minyak goreng merek Minyakita yang merupakan jenis subsidi pemerintah, sebelumnya dijual normal Rp 17 ribu kini harganya tembus Rp 23 ribu per liter.
Baca Juga: Transformasi Dewan Kebudayaan Surabaya Dorong Kebangkitan Ludruk dan Reog
Yang membuat khawatir, barang minyak kemasan rakyat ini semakin sulit dicari. Sejak dua pekan terakhir, stok di pasaran sering kosong atau sangat terbatas.
"Barang susah didapat, harganya juga mahal. Padahal banyak yang cari yang merk ini karena harganya dulu terjangkau," ujar pedagang di Pasar Dukuh Kupang Surabaya, Qomsiah kepada Radar Surabaya, Senin (20/4).
Akibat mahal dan langkanya minyak kemasan, banyak warga yang terpaksa beralih ke minyak goreng curah meski harganya juga ikut naik.
Baca Juga: Gelar Simulasi Penerimaan Jemaah Kloter Awal di Asrama Haji Surabaya
Saat ini, minyak curah dijual seharga Rp 22 ribu per kilogram. Sementara untuk kemasan kecil 250 gram dibanderol Rp 5.500.
Untuk merek premium lainnya, harga masih tercatat stabil namun cukup tinggi, seperti Sunco di angka Rp 25 ribu, serta Sania dan Tropical di kisaran Rp 23 ribu per liternya.
Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan. Mereka mendesak adanya operasi pasar atau penambahan pasokan khusus ke pasar tradisional agar harga bisa kembali normal dan stabil.
Baca Juga: Kombes Pol Ganis: Perempuan Harus Berani Mengambil Ruang dan Melawan Kekerasan
"Kami berharap ada pasokan masuk atau operasi pasar, supaya harganya turun dan warga tidak kesulitan lagi," pungkasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari