Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

IHSG Melemah Pagi Ini, Pasar Deg-degan Tunggu Pidato Donald Trump soal Konflik AS–Iran

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 2 April 2026 | 09:39 WIB
IHSG melemah pagi ini./Jawa Pos
IHSG melemah pagi ini./Jawa Pos

RADAR SURABAYA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (2/4).

Pelemahan ini terjadi seiring sikap wait and see pelaku pasar terhadap pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait perkembangan konflik AS–Iran.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 31,33 poin atau 0,44 persen ke level 7.153,11. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan ikut terkoreksi 1,32 poin atau 0,18 persen ke posisi 725,47.

Baca Juga: BI Jatim Wanti-Wanti Dampak Perang Timur Tengah, Ada Risiko, Tapi Ekonomi Bisa Beradaptasi

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyebut pasar saat ini menanti arah kebijakan terbaru dari pidato Trump yang dinilai berpotensi menjadi katalis utama pergerakan pasar global.

“Fokus pasar kini tertuju pada pidato resmi Trump yang berpotensi menjadi penentu arah pasar berikutnya,” ujarnya dalam riset harian dikutip dari Antara

Sentimen Global: Deeskalasi, tapi Ketidakpastian Masih Tinggi

Dari sisi global, sentimen pasar mulai bergeser dari fase eskalasi menuju deeskalasi konflik.

Pemerintah AS dikabarkan telah mencapai tujuan strategis terhadap Iran dan membuka peluang untuk mengakhiri konflik dalam dua hingga tiga minggu ke depan tanpa kesepakatan formal.

Baca Juga: Harga Emas Kamis 2 April Melejit! Antam Tembus Rp3 Juta per Gram

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan terbuka untuk mengakhiri konflik dengan sejumlah syarat.

Di antaranya pengakuan hak Iran, kompensasi, serta jaminan internasional untuk mencegah agresi di masa depan.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah ketidakpastian, termasuk kebijakan AS terkait Selat Hormuz, opsi militer lanjutan, dan potensi keterlibatan negara sekutu.

Harga Minyak dan Selat Hormuz Jadi Perhatian

Harga minyak mentah global masih bertahan di atas 100 dolar AS per barel. Kondisi ini terjadi di tengah ekspektasi deeskalasi konflik.

Namun, Selat Hormuz—jalur vital yang menyuplai sekitar 20 persen minyak dunia—masih mengalami pembatasan.

Aktivitas kapal tanker dilaporkan sangat terbatas, sehingga tetap menjadi faktor risiko bagi pasar energi global.

Data Ekonomi Indonesia Tetap Solid

Dari dalam negeri, kinerja ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan. Neraca perdagangan Februari 2026 mencatat surplus sebesar 1,28 miliar dolar AS.

Baca Juga: Minyak Rusia Jadi Rebutan! Putin Tolak Pasok ke Negara Barat, Harga Tembus US$120

Pertumbuhan ekspor melambat menjadi 1,01 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara impor tumbuh 10,85 persen (yoy). Hal ini mencerminkan permintaan domestik yang tetap kuat.

Sementara itu, inflasi Maret 2026 tercatat menurun signifikan menjadi 3,48 persen (yoy) dan 0,41 persen secara bulanan (month to month/mtm). Inflasi inti juga turun ke level 2,52 persen (yoy).

Penurunan inflasi dipengaruhi oleh normalisasi harga pangan dan sandang, serta efek basis pada sektor perumahan dan utilitas. Namun, tekanan masih terlihat pada sektor transportasi dan jasa.

Bursa Global Campuran, Asia Melemah

Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan AS ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 3,05 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,85 persen, DAX Jerman naik 2,73 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 2,10 persen.

Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,5 persen, S&P 500 menguat 0,7 persen, dan Nasdaq Composite melonjak 1,2 persen.

Sebaliknya, bursa saham Asia pada Kamis pagi bergerak melemah. Indeks Nikkei turun 1,85 persen, Shanghai Composite melemah 0,24 persen, Hang Seng terkoreksi 1,01 persen, dan Straits Times turun 0,29 persen.

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Pasar saham Indonesia #donald trump #ihsg #pasar global