Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari Kota Malang, Candyco Kembangkan Kerajinan Rajut Custom dengan Dukungan BRI dan LinkUMKM

Cak Fir • Rabu, 1 April 2026 | 02:35 WIB
Candyco mengoptimalkan berbagai kanal pemasaran, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga skema B2B dan partisipasi dalam pameran serta event.
Candyco mengoptimalkan berbagai kanal pemasaran, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga skema B2B dan partisipasi dalam pameran serta event.

 

Malang – Candyco merupakan usaha kerajinan rajut asal Kota Malang yang berdiri pada 2020 dan dikenal melalui produk unggulan berupa bunga rajut dan boneka rajut dengan layanan pesanan custom. Model bisnis ini memungkinkan pelanggan memesan produk sesuai referensi dan kebutuhan, sekaligus menjadi nilai diferensiasi di tengah persaingan pasar kerajinan handmade.

Didukung 15 tenaga kerja, Candyco mengoptimalkan berbagai kanal pemasaran, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga skema B2B dan partisipasi dalam pameran serta event. Jangkauan pasarnya pun telah meluas dari tingkat lokal hingga antar kota.

Baca Juga: Manemeng Bangun Ekonomi Kerakyatan Berbasis Gotong Royong Lewat Program Desa BRILiaN

Co-Founder Candyco Adillah Dhianida Khanza mengatakan bahwa pengembangan usaha rajut custom menuntut konsistensi kualitas, kesiapan kapasitas produksi, dan penguatan pengelolaan SDM agar pemenuhan permintaan pelanggan tetap stabil.

“Candyco berawal dari hobi merajut yang kemudian berkembang setelah melihat peluang pasar serta mendapat dukungan dari orang-orang terdekat untuk mulai menjual produk rajutan. Pada tahap awal, penjualan dilakukan melalui marketplace. Karena dijalankan sambil kuliah, usaha ini sempat vakum pada 2022–2023, lalu kembali aktif pada 2024 dan membuka gerai di Kota Malang. Perjalanan hingga mencapai tahap sekarang tidak mudah, terutama dalam beradaptasi terhadap tren pasar serta mengelola SDM agar tetap mampu memenuhi permintaan pelanggan,” ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Desa BRILiaN Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Terus Berinovasi Bersama BRI

Dalam operasionalnya, Candyco memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui QRIS BRI guna memperlancar transaksi dengan pelanggan. Sementara dari sisi pengembangan usaha, platform LinkUMKM berperan dalam memperkuat kapasitas bisnis melalui akses pelatihan dan pendampingan yang terstruktur.

Adillah mengikuti program Seven Days Challenge yang diselenggarakan oleh LinkUMKM, yakni program intensif selama tujuh hari yang mendorong pelaku UMKM untuk memproduksi konten harian berbasis pendekatan micro storytelling sebagai sarana refleksi perjalanan usaha sekaligus penyusunan strategi pengembangan ke depan.

“Seru karena kami bisa melakukan rewind dan refleksi atas berbagai hal yang sudah dijalankan selama perjalanan membangun bisnis, sehingga membantu kami menyusun strategi ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga: Program Desa BRILiaN Lahirkan Hendrosari Sebagai Desa Mandiri Terintegrasi

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha berbasis digital, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, hingga percepatan proses naik kelas.

Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa Candyco menjadi contoh konkret pemanfaatan LinkUMKM dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui akses pembelajaran, pendampingan, dan program yang relevan.

“Candyco menunjukkan bahwa daya saing UMKM bertumpu pada pengelolaan usaha yang konsisten, kualitas yang terjaga, dan kesiapan memenuhi permintaan pasar. LinkUMKM menyediakan akses pembelajaran, pendampingan, serta program yang aplikatif agar pelaku usaha dapat menata bisnisnya lebih terukur sesuai tahap pengembangan. Melalui penguatan kapasitas tersebut, BRI mendorong UMKM memperluas pasar dan membangun fondasi usaha yang tangguh untuk tumbuh berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor : M Firman Syah
#BRI #BRImo #BRILian #umkm #BRILink