RADAR SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri asuransi umum di Indonesia berpotensi menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP), Ogi Prastomiyono, menyebut bahwa konflik di Kawasan Timur Tengah (Timteng) tersebut dapat memicu peningkatan risiko di berbagai lini usaha.
Baca Juga: Dosen Umsura Bagikan Tips Mengelola THR Lebaran Anak agar Tidak Boros
Menurutnya, dampak langsung yang mungkin terjadi antara lain kenaikan biaya logistik, gangguan rantai pasok global, serta volatilitas harga energi.
Kondisi ini akan meningkatkan eksposur risiko, terutama pada sektor yang berkaitan erat dengan perdagangan internasional dan transportasi.
"Ketegangan geopolitik berpotensi meningkatkan risiko pada industri asuransi umum, antara lain melalui kenaikan biaya logistik, gangguan rantai pasok, serta volatilitas harga energi," kata Ogi, Selasa (24/3).
Lini usaha yang dinilai paling terdampak adalah marine cargo, properti, dan energy on-shore.
Ketiganya sangat sensitif terhadap dinamika global, terutama ketika terjadi gangguan distribusi barang dan fluktuasi harga energi akibat konflik.
"Lini usaha yang relatif lebih terdampak antara lain marine cargo, property, dan energy on-shore, seiring meningkatnya eksposur risiko pada perdagangan dan transportasi global," ujarnya.
Baca Juga: Serunya Menikmati Parade Satwa di KBS, Jadi Langganan Warga Gresik Mengisi Libur Lebaran
Selain peningkatan risiko, gejolak global juga berpotensi mendorong penyesuaian premi asuransi.
Hal ini terutama terjadi pada produk dengan eksposur internasional, seiring dengan kenaikan harga reasuransi dan meningkatnya persepsi risiko pasar.
"Gejolak global juga berpotensi mendorong penyesuaian premi, terutama pada lini usaha dengan eksposur internasional, antara lain akibat penyesuaian harga reasuransi dan peningkatan persepsi risiko," ujarnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Tambah Amunisi! Steven Vitoria Jadi Asisten Pelatih John Herdman
Namun demikian, penyesuaian premi umumnya dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi pasar dan prinsip kehati-hatian underwriting.
Sementara itu, volatilitas ekonomi global dapat memengaruhi kinerja produk berbasis investasi seperti unit link, karena nilainya mengikuti dinamika pasar modal.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Puji Perjuangan Ojol di Momen Idul Fitri, Ini Pesan Menyentuh untuk Para Pengemudi
"Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan klaim nilai tunai pada produk PAYDI," ujarnya. (tan/opi)
Editor : Nofilawati Anisa