Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Aktivitas Ekonomi Tumbuh 20 Persen di Awal Ramadan, Bank Mandiri Siapkan Rp 3 Triliun untuk Penuhi Kebutuhan Uang Tunai  hingga Lebaran di Jawa Timur

Nofilawati Anisa • Rabu, 18 Maret 2026 | 08:38 WIB
SAMBUTAN: Regional Business Partner Head Bank Mandiri Region VIII Jawa 3, Theresia Pratiwi Hestari saat menyampaikan kinerja perbankan terkait di awal Ramadan. (ETI)
SAMBUTAN: Regional Business Partner Head Bank Mandiri Region VIII Jawa 3, Theresia Pratiwi Hestari saat menyampaikan kinerja perbankan terkait di awal Ramadan. (ETI)
RADAR SURABAYA - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, perekonomian terus menunjukkan akselerasi yang signifikan.

Hal ini ditandai oleh peningkatan belanja masyarakat dan lonjakan mobilitas antar-kota. 

Baca Juga: Modus Jadi Pembeli, Bocah Terekam CCTV Curi Dua Ponsel di Warung Makan Jalan Kebonsari Surabaya

Permintaan terhadap kebutuhan pokok, layanan transportasi, pariwisata, serta layanan pembayaran digital pun naik signifikan. 

Peningkatan aktivitas konsumsi ini mendorong perputaran uang di berbagai sektor ritel, transportasi dan logistik.

Untuk itu dibutuhkan kesiapan sektor perbankan menyediakan pasokan uang, alat pembayaran digital beserta infrastruktur pembayarannya, dan manajemen likuiditas yang andal untuk menjaga kelancaran transaksi serta stabilitas harga selama masa mudik dan libur Lebaran.

Baca Juga: Idul Fitri 1447 Hijriah Berpotensi Berbeda, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat Kamis 19 Maret 2026

Regional CEO Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, M. Ashidiq Iswara mengatakan bahwa pihaknya mempertegas peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Melalui penguatan ekosistem layanan yang terintegrasi, Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 menyiapkan uang tunai senilai Rp 3 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026. 

“Alokasi tersebut meningkat Rp 200 miliar secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,8 triliun,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/3).

Baca Juga: Pemudik yang Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Didominasi dari Balikpapan, Makassar, hingga Banjarmasin

Ia menjelaskan peningkatan itu seiring dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan suci hingga puncak arus mudik dan Idulfitri.

Lebih jauh M. Ashidiq Iswara mengatakan, langkah ini melalui perencanaan likuiditas yang prudent dan berbasis proyeksi transaksi. serta diperkuat optimalisasi infrastruktur distribusi dan teknologi. 

Menurutnya, pendekatan berbasis ekosistem tersebut memastikan kecukupan likuiditas dan stabilitas layanan.

Sekaligus menghadirkan keunggulan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, sejalan dengan semangat Bank Mandiri Melayani Sepenuh Hati. 

Baca Juga: Kue Ini Siap-Siap Geser Tahta Nastar sebagai Roti Paling Laris di Surabaya saat Lebaran

“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar M. Ashidiq Iswara.

Regional Business Partner Head Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, Theresia Pratiwi Hestari menambahkan, aktivitas ekonomi di Jawa Timur mulai menggeliat sejak awal Ramadan. 

Pergerakan transaksi dan mobilitas masyarakat tercatat naik signifikan.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim Imbau Pemudik Lebaran 2026 Utamakan Keselamatan, Waspadai 295 Perlintasan Kereta Tak Berpalang

“Kami mencatat lonjakan sekitar 20 persen dibanding pekan sebelumnya,” kata Theresia.

Ia menyebut jika kenaikan terlihat dari meningkatnya aktivitas konsumsi dan perputaran uang di masyarakat.

Tren ini sebagai sinyal kuat pemulihan ekonomi sektor riil. "Minggu-minggu di awal puasa sudah ada lonjakan (aktivitas ekonomi, Red) sekitar 20 persen. Kami optimistis ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di kuartal ini," lanjutnya.

Baca Juga: Fenomena Broken Home di Indonesia Meningkat, Pakar Unair Ingatkan Peran Orang Tua

Di sisi layanan, jelas Theresia, operasional kantor cabang akan mengikuti jadwal libur. Namun transaksi tetap berjalan lewat kanal digital.

“Saat ini, aplikasi Livin’ by Mandiri menopang hampir 60 persen aktivitas transaksi nasabah,” ujarnya.

"Meskipun cabang tutup operasional saat libur, nasabah tidak perlu khawatir. Lewat Livin’, semua kebutuhan mulai dari transfer, investasi, hingga tarik tunai tanpa kartu (cardless) bisa dilakukan. Bahkan jika kartu ATM hilang atau tertinggal saat mudik, nasabah bisa melakukan blokir sementara langsung dari aplikasi," papar Theresia.

Perhatian juga diarahkan ke jalur mudik. Terutama soal kesiapan saldo kartu tol elektronik yang kerap jadi hambatan di lapangan.

Baca Juga: Real Madrid Hancurkan Manchester City! Vinicius Junior Jadi Pahlawan, Los Blancos Lolos ke Perempat Final Liga Champions

"Kami terus mengingatkan masyarakat untuk memastikan saldo e-money cukup. Jangan sampai perjalanan mudik terhambat hanya karena urusan saldo di gerbang tol," tutupnya. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kebutuhan #ekonomi #keuangan #Bank Mandiri Region VIII Jawa 3 #Bank Mandiri #Mitra #Jawa Timur #lebaran #Aktivitas #uang tunai