Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Person of The Year Piala Dunia U-17 Selebriti Sidoarjo Sport Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubenur BI Besok, Ekonom Proyeksi BI-Rate Tetap 4,75 Persen

Nofilawati Anisa • 2026-03-16 13:09:21
Kepala Ekonom BCA David Sumual. (IST)
Kepala Ekonom BCA David Sumual. (IST)

RADAR SURABAYA - Ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate dalam rapat dewan gubernur yang membahas kebijakan moneter pekan ini. 

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan keputusan menahan BI-Rate tersebut masih diperlukan. Sebab untuk menjaga daya tarik aset rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat. 

Baca Juga: Komisi III DPR Pastikan Awasi Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus

Terlebih hal ini berkaitan dengan kondisi geopolitik yang belum stabil akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran sejak awal Maret. 

Akibat serangan itu, harga minyak dunia melonjak. Tertinggi sejak September 2022 yakni menyentuh USD 100 per barel. 

Tak hanya itu, dalam pembukaan perdagangan spot Senin (16/3), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah 0,11 persen ke Rp 16.963 per USD, di tengah posisi indeks USD yang masih berada di level 100,42. 
"(BI Rate) Tetap ya. Tekanan eksternal masih cukup kuat dan daya tarik aset rupiah perlu dipertahankan," kata David dikutip dari laman Bloombergtechnoz, Senin (16/3). 

Baca Juga: Dari Desa Celuk Bali, TSDC Angkat Kerajinan Serat Alam Kian Diminati Lewat LinkUMKM BRI

Selain faktor eksternal, kenaikan inflasi, lanjut David, juga menjadi pertimbangan bagi bank sentral untuk tidak menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.  

"Inflasi juga di Februari naik signifikan di atas batas rentang atas inflasi pemerintah," jelasnya. 

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Februari tercatat 0,68 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). 

Baca Juga: Pemudik Diminta Waspadai Exit Tol dan Jalur Arteri di Jawa Timur, Ada 79 Jalur Rawan Macet

Angka ini lebih tinggi dibanding konsensus pasar yang menghasilkan median proyeksi inflasi 0,3 persen.

Berdasarkan data BPS, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,75 pada Januari menjadi 110,50 pada Februari. 

Sementara itu, secara tahun kalender atau year-to-date (ytd), terjadi inflasi sebesar 0,53 persen.

Konsensus pasar sampai Jumat pekan lalu menghasilkan angka median 4,75 persen. 

Tercatat baru 13 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, dan kesemuanya memproyeksikan BI akan tetap menahan BI Rate di level saat ini, sebesar 4,75 persen.

Baca Juga: Menhub Ancang-Ancang Tindak Tegas Truk Nakal! Ribuan Pelanggar SKB Lebaran 2026 Terjaring Razia

Perlu diingat, sepanjang tahun 2025 BI telah melakukan pemangkasan BI-Rate sebesar 125 bps. 

Terbaru, dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Februari, bank sentral RI tersebut memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5 persen. (blo/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#bi rate #rapat dewan gubernur BI #pengumuman #Ekonom #BCA #bank indonesia #ditahan