Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sepekan IHSG Jeblok Kapitalisasi Pasar Menguap Rp 949 Triliun, Bagaimana dengan Perdagangan Pekan Ini?

Nofilawati Anisa • Senin, 16 Maret 2026 | 04:22 WIB
ILUSTRASI: Pengunjung mengamati instalasi perbandingan pertumbuhan investasi di Galeri Busa Efek Indonesia (BI) Jakarta. (ANTARA)
ILUSTRASI: Pengunjung mengamati instalasi perbandingan pertumbuhan investasi di Galeri Busa Efek Indonesia (BI) Jakarta. (ANTARA)

RADAR SURABAYA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir turun sebesar 5,91 persen ke level 7.137,2 dari posisi 7.585,6 pada pekan sebelumnya. 

Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 9-13 Maret ditutup dengan perubahan signifikan.

Baca Juga: Jelang Lebaran, ASDP Pakai Strategi Ini untuk Urai Kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk Bali

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, sejalan dengan IHSG, kapitalisasi pasar (market cap) BEI turun sebesar 6,96 persen menjadi Rp 12.678 triliun dari Rp 13.627 triliun pada pekan sebelumnya. 

Itu artinya kapitalisasi pasar menguap Rp 949 triliun atau nyaris Rp 950 triliun.

“Perubahan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini sebesar 25,49 persen menjadi 31,55 miliar lembar saham dari 42,34 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar dalam siaran pers BEI, Minggu (15/3).

Baca Juga: Gagal Juara Swiss Open 2026, Alwi Farhan Akui Tampil Antiklimaks di Final

Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI turut berubah sebesar 31,5 persen menjadi 1,8 juta kali transaksi dari 2,7 juta kali transaksi pada penutupan

pekan sebelumnya. Sementara rata-rata nilai transaksi harian BEI juga berubah sebesar 31,1 persen menjadi Rp 17,2 triliun dari Rp 24,9 triliun pada pekan sebelumnya.

Baca Juga: Berbuka dengan Takjil Segelas Susu, Simak Manfaat dan Risikonya

Adapun investor asing pada Jumat (12/3) mencatatkan nilai jual bersih Rp 117,1 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 8,8 triliun.

Terpisah, IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dan cenderung melemah pada awal pekan depan. 

Sentimen global dan domestik masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, IHSG berpotensi bergerak melemah setelah sebelumnya mengalami breakdown dari area support penting di level 7.250. 

“Pergerakan indeks berpeluang menuju area support berikutnya di kisaran 7.000-7.100,” ujar Reza.

Baca Juga: Rakit Petasan Lalu Meledak, Warga di Pamekasan Alami Luka Parah

Menurutnya, sentimen pasar saat ini masih didominasi oleh sikap wait and see investor menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Reza menambahkan kenaikan harga minyak dunia juga menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap dampaknya terhadap kondisi fiskal domestik.

Dalam kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian, ia menyarankan investor untuk bersikap lebih selektif dan defensif.

Baca Juga: Rakit Petasan Lalu Meledak, 5 Remaja di Jombang Alami Luka Bakar Serius

“Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu konfirmasi stabilisasi IHSG, terutama di area support kuat pada kisaran 7.000-7.100, sebelum melakukan akumulasi secara bertahap,” jelasnya.

Ia menilai sektor komoditas berpotensi relatif lebih kuat dibanding sektor lainnya, khususnya sektor yang terkait energi dan bahan baku seperti minyak bumi, batubara, dan minyak sawit mentah (CPO). 

Hal ini seiring kenaikan harga komoditas global yang dipicu gangguan pasokan energi akibat konflik geopolitik.

Baca Juga: Rakit Petasan Lalu Meledak, 5 Remaja di Jombang Alami Luka Bakar Serius

Namun demikian, sektor yang lebih sensitif terhadap tekanan makroekonomi dan arus modal asing berpotensi mengalami volatilitas yang lebih tinggi. 

Secara teknikal, Reza melihat struktur jangka pendek IHSG masih berada dalam tren bearish setelah mengalami breakdown dari area support sebelumnya. 

“Untuk pekan ini diperkirakan level support IHSG berada di kisaran 7.000-7.100 dengan resistance terdekat di area 7.300-7.400,” pungkasnya. (eti/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#frekuensi #Kapitalisasi Pasar #ihsg #BEI #perdagangan #Kautsar Primadi Nurahmad